Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BBM BERSUBSIDI: Mekanisme Penghapusan Subsidi Harus Dikaji Matang

JAKARTA-Langkah penghapusan subsidi di Ibu Kota diperkirakan akan berdampak pada peningkatan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi di wilayah sekitar Jakarta.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Januari 2013  |  20:16 WIB

JAKARTA-Langkah penghapusan subsidi di Ibu Kota diperkirakan akan berdampak pada peningkatan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi di wilayah sekitar Jakarta.

VP Corporate Communication PT Pertamina (persero) Ali Mundakir mengatakan meski usulan penghapusan BBM bersubsidi di Jakarta adalah usulan yang bagus, perlu dipikirkan mekanisme penghapusannya agar tidak mengganggu kuota BBM bersubsidi di wilayah sekitarnya.

Pasalnya masyarakat kerap memborong BBM bersubsidi wilayah lain saat terjadi kelangkaan. “Pengalaman saat kami melakukan kitir [pembatasan kuota BBM bersubsidi] di Jakarta, masyarakat memborong BBM bersubsidi di Bekasi dan Tangerang, bahkan ada yang rela menginap di SPBU untuk mendapatkan BBM bersubsidi,” katanya hari ini (23/1).

Dia mengungkap subsidi BBM di Jakarta memang tergolong tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia. Pada 2012 lalu saja subsidi BBM di Jakarta mencapai 2 juta kiloliter.

“Penghapusan BBM bersubsidi akan lebih mudah dilakukan kepada daerah-daerah yang terisolasi dan tidak memiliki batas langsung dengan daerah lain seperti Bali dan Batam. Dengan demikian pemerintah dapat lebih mudah mengawasi potensi pemborongan BBM bersubsidi di wilayah sekitar daerah yang tidak lagi dipasok BBM bersubsidi,” tuturnya. (35/yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lili Sunardi

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top