Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA SEMBAKO: Weleh... Cabai rawit di Kupang tembus Rp50.000/ kg

KUPANG: Harga jual cabai rawit di pasaran Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pekan ini menembus Rp50 ribu per kilogram."Harga cabai rawit ini terus merangkak naik selama dua pekan terakhir ini," kata seorang pedagang di
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Januari 2013  |  11:44 WIB

KUPANG: Harga jual cabai rawit di pasaran Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pekan ini menembus Rp50 ribu per kilogram.

"Harga cabai rawit ini terus merangkak naik selama dua pekan terakhir ini," kata seorang pedagang di Pasar Kasih Naikoten Kupang, Ny. Imela, di Kupang, Rabu (23/01).

Ia mengatakan kenaikan harga cabai rawit itu karena minimnya pasokan dari berbagai sentra produksi, sebagai akibat cuaca yang kurang bersahabat melanda wilayah NTT selama tiga pekan terakhir.

Sekitar dua pekan lalu, harga cabai rawit di pasaran Kupang masih tercatat Rp30 ribu per kilogram, awal pekan lalu naik menjadi Rp40 ribu, dan pekan ini bergerak naik menjadi Rp50 ribu.

"Sebelumnya harga jual cabai rawit masih Rp30 ribu per kilogram tetapi sejak Senin (14/1), harga naik menjadi Rp40 ribu, dan hari ini harga cabai kembali naik sebesar Rp10 ribu menjadi Rp50 ribu," katanya.

Seorang pedagang cabai rawit lainnya, Meri Adu, mengatakan kenaikan harga cabai karena stok di pasar yang terus berkurang.

Kondisi itu, katanya, disebabkan pasokan dari daerah pemasok seperti, Rote Ndao, Pulau Semau, dan beberapa daerah lainnya mengalami hambatan cuaca yang buruk. (Antara/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top