Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TOMMY WINATA: Kecewa, siap alihkan dana dari proyek Jembatan Selat Sunda

JAKARTA--Pemrakarsa proyek jembatan selat sunda yang tergabung dalam PT Graha Banten Lampung Sejahtera siap mundur dari proyek yang dijadwalkan memasang pilar pertama pada 2014. Mereka siap mengalihkan dana ke proyek infrastruktur raksasa lain.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Januari 2013  |  17:49 WIB

JAKARTA--Pemrakarsa proyek jembatan selat sunda yang tergabung dalam PT Graha Banten Lampung Sejahtera siap mundur dari proyek yang dijadwalkan memasang pilar pertama pada 2014. Mereka siap mengalihkan dana ke proyek infrastruktur raksasa lain.

 
Niatan itu muncul karena ada perbedaan pendapat di kalangan pemerintah soal proyek yang diprediksi menghabiskan dana lebih dari Rp100 triliun itu.
Bahkan, kalangan DPR pernah memprediksi biaya pembangunan jembatan itu mencapai Rp150 triliun.
 
Polemik proyek ini muncul ketika Peraturan Presiden No.86/2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) dinilai harus direvisi dan mengatur penjaminan pemerintah. Sementara peraturan itu menyebut pembangunan murni dilakukan swasta tanpa sokongan APBN.
 
"Dengan atau tanpa kami, berundinglah agar segera (di)putus(kan titik temunya)," kata Komisaris Utama PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) Tommy Winata saat berdiskusi dengan jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jakarta, Senin (21/1).
 
PT GBLS merupakan konsorsium yang terdiri dari PT Grup Artha Graha milik pengusaha Tommy Winata bersama Pemprov Banten serta Pemprov Lampung. Lembaga ini dibentuk sesuai Peraturan Presiden No.86/2011.
 
Tugas konsorsium yakni melakukan studi, mencari pendanaan hingga menyiapkan pola kerja sama jembatan selat sunda. Meski semula terlihat mulus, proyek ini tersandera konflik hingga pertengahan tahun lalu konsorsium menawarkan saham kepada pemerintah.
 
Disinggung soal kerugian karena mundur dari proyek, Tommy mengaku tidak bisa menyebut angka pasti. Namun, ia menilai ada kerugian waktu yang tak ternilai. 
 
"Studi kelayakan dan pembiayaan prinsipnya sekarang di tangan," jelas pria yang mengaku mengaku 10 tahun terakhir telah menyiapkan proyek itu dengan melibatkan ahli dari sejumlah negara.
 
Tommy juga menegaskan dana pembangunan yang sudah siap cair itu berasal dari investor China. Hanya karena ketidakpastian dasar hukum maka dana itu akan dialihkan dalam proyek infrastruktur lain di Indonesia.
 
Sebagai informasi tambahan, impian menyambung Jawa dengan Sumatra telah didengungkan sejak 1960-an. Kala itu diwacanakan pembangunan terowongan, hanya saja akhirnya infrastruktur berupa jembatan dinilai lebih memungkinkan.
 
Dalam rancang bangun yang diajukan konsorsium, jembatan selat sunda akan memiliki panjang 60 kilometer dengan lebar 60 meter. Selain bisa dilalui kendaraan roda empat, jembatan itu juga akan dilengkapi jalur kereta api dan jaringan optik. (faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Miftahul Ulum

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top