Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: AP II Siapkan Perahu Karet Untuk Calon Penumpang

JAKARTA-Mengantisipasi banjir, PT Angkasa Pura II – pengelola Bandara Soekarno-Hatta – menyediakan perahu karet, truk besar dan bus untuk para pengguna jasa.
- Bisnis.com 18 Januari 2013  |  18:14 WIB

JAKARTA-Mengantisipasi banjir, PT Angkasa Pura II – pengelola Bandara Soekarno-Hatta – menyediakan perahu karet, truk besar dan bus untuk para pengguna jasa.

PT Angkasa Pura (AP) II juga mengimbau maskapai penerbangan untuk sedapatmungkin memfasilitasi pemindahan jadwal penerbangan tanpa memungut biaya.

“Kami melanjutkan rencana darurat untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional penerbangan, meski sejak kemarin sampai saat ini aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta tetap normal sesuai jadwal. Rencana darurat akan terus kami jalankan hingga situasi benar-benar kondusif,” kata Trisno Heryadi, Sekretaris Perusahaan PT AP II, hari ini (18/1).

Dia menjelaskan salah satu fokus utama dari rencana darurat yang diterapkan sejak 17 Januari adalah membantu seluruh calon penumpang yang terjebak banjir di jalan Tol Sedyatmo.

Akibat tingginya genangan air pada salah satu ruas akses utama menuju bandara, aksesibilitas calon penumpang dari arah Jakarta menuju bandara maupun sebaliknya sempat terputus.

“Lajur bawah pada ruas tol tergenang air cukup tinggi sehingga sulit dilalui. Sementara di lajur atas, volume kendaraan juga meningkat. Kondisi itu menjadi kendala bagi para calon penumpang untuk mengejar waktu penerbangan sesuai jadwal”.

Untuk mendukung rencana darurat, paparnya, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah pihak a.l. TNI, Polri, Basarnas, maskapai penerbangan.

AP II juga mendorong seluruh maskapai memberikan toleransi kepada calon penumpang yang terkena dampak banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya, yakni dengan memfasilitasi pemindahan jadwal penerbangan tanpa memungut biaya.

”Seluruh maskapai kami dorong untuk melakukan itu, mengingat peristiwa ini adalah force majeure atau kondisi darurat. Saya yakin, tidak ada satu pun penumpang yang ingin terlambat untuk terbang kecuali terpaksa atau terkendala,” tuturnya.(yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top