Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SUBSIDI PANGAN: Kadin minta ditingkatkan pemerintah

JAKARTA--Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai pemerintah perlu meningkatkan subsidi pangan. Adapun saat ini subsidi pangan hanya 6,26% jika dibandingkan dengan total subsidi energi.
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  17:32 WIB

JAKARTA--Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai pemerintah perlu meningkatkan subsidi pangan. Adapun saat ini subsidi pangan hanya 6,26% jika dibandingkan dengan total subsidi energi.

 
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan subsidi energi berupa minyak bumi saat ini telah mencapai Rp193,8 triliun, dan subsidi listrik mencapai Rp80,9 triliun. Sementara subsidi untuk pangan hanya Rp17,2 triliun. 
 
Padahal pertumbuhan nilai ekspor sektor pertanian tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya mencapai 10,05% dibanding dengan tahun 2011. Nilai ekspor produk pertanian mencapai US$5,16 miliar selama periode Januari 2012--November 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya US$4,68 miliar, padahal total ekspor non migas turun 5,17% menjadi US$140,76 miliar dari US$148,42 miliar.
 
Sementara pada periode yang sama sektor industri mengalami penurunan pertumbuhan 4,64% menjadi US$107,04 juta, dan pertambangan turun hingga 9,29% menjadi US$28,55 juta.
 
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Makanan dan Peternakan Juan Permata Adoe mengungkapkan industri makanan dan minuman berpotensi tumbuh lebih besar, terutama mengingat tingginya volume bahan baku dari pertanian yang belum diolah di alam negeri.
 
"Meski demikian pemerintah perlu memetakan industri-industri prioritas serta memperhatikan percepatan ketersediaan lahan untuk pertanian, perkebunan dan peternakan," ujarnya, Kamis (17/1/2013).
 
Sebab itu kamar dagang dan Industri menekankan pentingnya efisiensi, peningkatan daya saing, dan dorongan untuk memacu perkembangan industri hilir di bidang agrobisnis, pangan, dan peternakan.
 
Guna mendorong hal tersebut, lanjut Juan, Kadin mendorong dukungan inovasi teknologi tepat guna, distribusi dan pemasaran, dan fasilitas pembiayaan dan perbaikan regulasi untuk sektor pertanian.
 
Aviliani, Pengamat Ekonomi Indef, sepakat dengan usul tersebut. Menurutnya yang diperlukan sektor pertanian adalah pola insentif seperti subsidi dan asuransi.“Ini harus diperhatikan, kalau dilepas sepertinya tidak mungkin. Selain itu yang tak kalah penting adalah bagaimana menstabilkan harga pangan,” ungkapnya. (msb)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rika Novayanti

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top