Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEA KELUAR CPO: Tak perlu perubahan, industri hilir butuh dukungan

JAKARTA: Industri minyak nabati Indonesia mengusulkan tak perlu ada perubahan struktur bea keluar minyak sawit mentah demi mendukung upaya penghiliran di dalam negeri.
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  04:44 WIB

JAKARTA: Industri minyak nabati Indonesia mengusulkan tak perlu ada perubahan struktur bea keluar minyak sawit mentah demi mendukung upaya penghiliran di dalam negeri.


Ketua Umum Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat M. Sinaga mengatakan investor yang telah menanamkan modal di bidang industri hilir kelapa sawit di Tanah Air memerlukan konsistensi kebijakan.


Menurutnya, penerapan bea keluar progresif untuk crude palm oil (CPO) sebesar 7,5%-22,5% dan 2%-11,5% untuk produk turunan CPO berhasil menarik investor rafinasi (refinery) ke Indonesia.


Sepanjang 2012, investasi di Indonesia mendekati US$1,02 miliar untuk industri rafinasi,special oils and fat dan oleochemical. Kapasitas rafinasi mencapai sekitar 25 juta ton (feedstock) CPO atau meningkat dari 20,6 juta ton pada akhir 2011.


“Selisih pajak ekspor RBD oils, seperti olein dan stearin, berkisar 5,5%-9,5% di bawah pajak ekspor CPO mampu memberikan competitive edge bagi produk hilir,” katanya kepada Bisnis di Jakarta, Rabu (16/1).


Dengan perbedaan pajak ekspor yang signifikan itu, biaya tambahan (extra cost) akibat beban angkutan, handling and loading cost di pelabuhan dan freight cost yang biasanya lebih mahal dibanding negara tetangga, dapat diatasi.


Sebaliknya, produk turunan sawit di Malaysia kalah bersaing dengan produk sejenis dari Indonesia dan menyebabkan kapasitas sebagian besar industri hilir berada dalam kondisi idle.


Utilisasi industri hilir negeri jiran menurun drastis dan kapasitas produksi refinery-nya selama bertahun-tahun tak bergerak dari 600-650 ton per hari atau jauh dari Indonesia yang kini 1.000 ton per hari. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top