Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGADAAN AIR BERSIH: Jangkauan Layanan Masih Minus 26%

JAKARTA--Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menilai  minimnya kemampuan masyarakat berpenghasilan rendah membangun saluran air menjadi kendala utama dalam upaya penyediaan kebutuhan air bersih.Nugroho Tri Utomo, Direktur Permukiman dan Perumahan
- Bisnis.com 16 Januari 2013  |  11:14 WIB

JAKARTA--Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menilai  minimnya kemampuan masyarakat berpenghasilan rendah membangun saluran air menjadi kendala utama dalam upaya penyediaan kebutuhan air bersih.

Nugroho Tri Utomo, Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas, mengatakan biaya untuk membangun saluran air berkisar antara Rp1,5 juta--Rp2,5 juta.

"Masyarakat berpenghasilan rendah keberatan mengeluarkan dana sebesar itu.
Akhirnya, masyarakat terpaksa membeli air bersih, yang sebenarnya tetap mahal," katanya, Selasa (16/1)

Dia mengatakan jangkauan layanan air minum aman di Indonesia saat ini telah mencapai 42,76%. Realisasi tersebut mencerminkan adanya kekurangan sebesar 26% apabila melihat target Millenium Development Goal's (MDG's).

Menurutnya, jangkauan Indonesia untuk layanan sanitasi yang lebih baik sudah mencapai 55,60% dalam target MDG's sebesar 62,41%. (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top