Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PETERNAKAN UNGGAS: Transaksi 2013 lebih menjanjikan

BANDUNG-- Transaksi peternakan unggas pada tahun 2013 lebih menjanjikan dan berpotensi mengalami kenaikan yang lebih besar dibanding 2012, kata Sekretaris DPP Pengusaha Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Aswin Pulungan di Bandung, Senin (31/12/2012)."Transaksi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Desember 2012  |  20:30 WIB

BANDUNG-- Transaksi peternakan unggas pada tahun 2013 lebih menjanjikan dan berpotensi mengalami kenaikan yang lebih besar dibanding 2012, kata Sekretaris DPP Pengusaha Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Aswin Pulungan di Bandung, Senin (31/12/2012)."Transaksi peternakan unggas pada 2013 diperkirakan lebih baik dan peningkatanya lebih dari tahun 2013, indikasiknya adanya kenaikan harga daging sapi sehingga konsumsi beralih ke ayam," kata Aswin Pulungan di sela-sela diskusi potensi biomassa di Bandung.Aswin menyebutkan transaksi peternakan unggas baik dari daging maupun telur pada 2012 mencapai Rp160 triliun atau meningkat dibandingkan 2011 yang hanya sebesar Rp140 triliun.Peningkatan kebutuhan daging dan telur ayam merata baik untuk keperluan rumah tangga, kuliner, restoran, hotel maupun produk berbahan baku daging ayam.Namun dari sisi penghasilan bagi peternak, kata Aswin masih lebih besar dinikmati oleh peternak atau perusahaan modal asing (PMA) yang mencapai 70%, sedangkan total transaksi oleh peternak lokal hanya sebesar 30%."Tingkat konsumsi daging dan telur ayam masyarakat Indonesia termasuk tertinggi di Asean, yakni sekitar tiga kilogram per bulan," katanya.Angka konsumsi itu, kata dia masih di atas konsumsi Malaysia. Sehingga potensi peternakan unggas di Indonesia cukup besar dan pasarnya jelas.Secara umum, kata dia, penyerapan daging dan telur ayam di Indonesia terbesar di wilayah Jawa Barat yang memiliki penduduk paling banyak. Sebanyak 40%  produks peternakan unggas di Indonesia diserap Jawa Barat, disusul Jawa Timur, DKI Jakarta dan Jateng."Selain menjadi pengkonsumsi unggas terbesar di Indoneia, Jabar juga termasuk penghasil daging dan telur unggas terbesar di Indonesia. Salah satu sentranya di Priangan," kata Aswin Pulungan.Terkait adanya wabah virus H1N1 pada unggas akhir-akhir ini, kata dia tidak berpengaruh para peternakan dan tetap menjadi pilihan bagi masyarakat."Wabah H1N1 saat ini bukan ke ayam, tapi ke itik. Sehingga pasokan daging dan telur ayam tidak terpengaruh," kata Sekretaris DPP PPUI itu menambahkan. (Antara/msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top