Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RISET EoF: Selama 17 tahun, APRIL tebang hutan alam di Riau

JAKARTA: Hasil riset Eyes on the Forest (EoF) pada bulan ini menyatakan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) masih menebang hutan alam untuk memasok bahan bakunya dalam produksi bubur kertas dan kertas selama sekitar 17 tahun beroperasi
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 31 Desember 2012  |  12:01 WIB

JAKARTA: Hasil riset Eyes on the Forest (EoF) pada bulan ini menyatakan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) masih menebang hutan alam untuk memasok bahan bakunya dalam produksi bubur kertas dan kertas selama sekitar 17 tahun beroperasi di Riau.Laporan terbaru EoF berjudul APRIL: Penghancur Hutan Terbesar di Riau di Tengah Legalitas Dipertanyakan, Konflik Sosial dan Pemanasan Global, koalisi tersebut menjelaskan bagaimana APRIL diduga masih saja bergantung pada penebangan hutan alam, meskipun keberadaan bisnisnya sudah berusia 17 tahun."APRIL sudah dikenal menghancurkan kayu hutan hujan di konsesi-konsesi yang memiliki izin melalui praktek korupsi dan mengabaikan kawasan yang berada dalam peraturan rencana tata ruang wilayah nasional,” kata Hariansyah Usman, Direktur Eksekutif Walhi Riau dalam siaran pers yang dikutip Senin (31/12/2012).  Laporan tersebut juga membantah citra hijau yang diukir dan dibangun APRIL secara halus dengan kesan operasi lestarinya maupun perlindungan terhadap nilai-nilai konservasi tinggi.EoF memaparkan setidaknya 140.000 hektar hutan alam telah hilang di semua konsesi penyuplai APRIL antara 2008-2009. Tak hanya itu, namun sepuluh dari 12 pemasok perusahaan yang beroperasi di Semenanjung Kampar, mendapatkan izin melalui korupsi.Hal itu ditunjukkan dalam kasus korupsi KPK yang melibatkan Bupati Siak, Bupati Pelalawan serta tiga Kepala Dinas Kehutanan Riau."Kami mendesak para pembeli global maupun investor untuk menghindari dikaitkan dengan penghancuran hutan tropis dan gambut oleh APRIL serta perusahaan bisnis terkait dengannya," kata Muslim Rasyid, Koordinator Jikalahari.Namun dalam jawaban resminya, APRIL mengatakan tuduhan itu adalah tidak benar dan hanya mengulang tuduhan yang dibuat oleh EoF sebelumnya."Laporan ini tidak hanya serangan tak akurat pada APRIL, tetapi berusaha untuk mendiskreditkan peraturan pemerintah Indonesia dan kebijakan industri kehutanan Indonesia yang komprehensif," kata APRIL dalam situs resminya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top