Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FLU BURUNG: Cegah perluasan, Tasikmalaya lakukan semprot massal kandang

TASIKMALAYA: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, waspadai wabah kematian itik yang diduga akibat terjangkit virus flu burung meluas di Tasikmalaya."Kasus ini sudah mengarah ke flu burung, makanya masyarakat harus menjaga kebersihan dan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Desember 2012  |  04:40 WIB

TASIKMALAYA: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, waspadai wabah kematian itik yang diduga akibat terjangkit virus flu burung meluas di Tasikmalaya."Kasus ini sudah mengarah ke flu burung, makanya masyarakat harus menjaga kebersihan dan laporkan kalau ada itik mati untuk segera kami tangani," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Tasikmalaya, Idik Abdullah, Sabtu (29/12).Ia menyebutkan, ada tiga kecamatan terdapat itik yang diternak masyarakat tiba-tiba mati dalam jangka waktu selama Desember 2012.Ia menjelaskan, daerah pertama dilaporkan ada kematian itik yaitu Kecamatan Jamanis sebanyak 20 ekor, kemudian Kecamatan Sukaratu sebanyak 40 ekor itik."Sekarang kasus baru muncul di Kecamatan Cisayong dilaporkan sejak Rabu (26/12) sampai sekarang ada 161 ekor itik mati," katanya.Antisipasi agar kematian itik tidak meluas, petugas dinas terkait melakukan penyemprotan disinfektan disetiap kandang unggas hingga radius 500 meter dari lokasi itik yang mati.Selanjutnya petugas dinas melakukan pemantauan dan menyusuri daerah lain yang dikhawatirkan ada kasus serupa. Kemudian menyosialisasikan kepada masyarakat cara penanganan hewan unggas yang mati."Kita terus waspada dengan berbagai langkah antisipasi, khawatirnya virus yang menyerang itik menular ke manusia," kata Idik. (Antara/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top