Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BLUE ECONOMY: KKP Siapkan Prototipe untuk Realisasi 2014

JIMBARAN, Bali--Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyusun rancangan prototipe lokasi, besaran biaya investasi dan potensi yang dikembangkan untuk menerapkan konsep Blue Economy sehingga ditargetkan akan terealisasi pada tahun 2014.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Desember 2012  |  23:36 WIB

JIMBARAN, Bali--Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyusun rancangan prototipe lokasi, besaran biaya investasi dan potensi yang dikembangkan untuk menerapkan konsep Blue Economy sehingga ditargetkan akan terealisasi pada tahun 2014.

Sharif Cicip Soetardjo, Menteri KKP mengatakan dengan fokus pada wilayah Indonesia Timur dan Barat sebagai proyek rintisan, tahun depan akan ditentukan beberapa titik lokasi pesisir yang dikembangkan, sehingga diharapkan mampu beroperasi pada tahun 2014.

Intinya dengan penerapan konsep Blue Economy, menurutnya, KKP akan mengarahkan kebijakan sektor kelautan dan perikanan dengan menekankan pada prinsip-prinsip efisiensi yang mendorong pengembangan investasi dan bisnis sektor swasta agar dapat mengembangkan usahanya di dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Di samping efisiensi, sasaran dari konsep Blue Economy yang akan coba diadopsi KKP adalah peniadaan limbah, keseimbangan antara produksi dan konsumsi, inklusifitas sosial, inovasi dan adaptasi.

“Dalam prakteknya, produk perikanan dapat dioptimalkan dari produk turunannya, mulai dari daging, kepala dan kulit agar mampu memberi nilai tambah (value added) dan sekaligus tanpa limbah (zero waste) karena tidak ada yang tersisa,” ungkapnya saat memberi Kuliah Umum di Universitas Udayana, Jumat (28/12/2012).

Selain itu, kata dia, dalam teknologi penangkapan dan pengolahannya menggunakan mampu menggunakan sumber daya yang terbarukan seperti tenaga angin, matahari (solar cell) dan air pada gelombang ombak.

Untuk itu, KKP juga telah mendorong peran swasta untuk ikut andil sehingga konsep Blue Economy tersinergi dengan kerangka kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan yang terfokus pada industrialisasi kelautan dan perikanan karena pada dasarnya prinsip yang terkandung dalam industri seperti modernisasi, peningkatan nilai tambah dan daya saing tetap diperlukan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan.

Sementara itu, untuk memperkuat infrastruktur pendukungnya mengingat wilayah seperti Indonesia Timur belum memiliki sarana pengolahan produk perikanan yang besar seperti pulau Jawa, Sharif menyebutkan KKP akan berupaya dalam pemberian insentif khusus pada tranportasi laut. Ke depan, ia mengharapkan dengan insentif tersebut akan memperlancar konektivitas antar pulau untuk mengangkut produk kelautan dan perikanan.

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi KKP Indra Sakti mengungkapkan dalam pengajuan awalnya sebagai uji coba KKP telah merencanakan tiga lokasi yang diantaranya Lombok, Batam dan Nusa Penida untuk penerapan kelautan dan perikanan yang berbasis Blue Economy.

Pada wilayah ini, pada akhirnya akan diketahui berapa biaya investasi, potensi apa yang bisa dikembangkan untuk energi yang terbarukan untuk bisa dirumuskan dalam bentuk prototipe.

“Dalam prototipe nantinya akan diketahui datanya untuk bisa disesuaikan dengan titik-titik lokasi lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan seperti potensi kotoran ternak di Nusa Penida yang akan coba untuk dikombinasikan dengan limbah rumput laut. Hasil perpaduannya, menurutnya akan mampu menghasilkan produk baru untuk pakan ternak atau pupuk.(ems)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : I Komang Robby Patria

Editor : Muhammad Khamdi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top