BLOK EAST NATUNA: Permintaan insentif direspon pemerintah

JAKARTA: Kementerian Keuangan menyatakan sudah selesai merespons keinginan investor yang tergabung dalam konsorsium PT Pertamina (Persero) yang meminta insentif di megaproyek Blok East Natuna di Kepulauan Riau. Menteri Keuangan Agus Martowardojo
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 Desember 2012 21:46 WIB

JAKARTA: Kementerian Keuangan menyatakan sudah selesai merespons keinginan investor yang tergabung dalam konsorsium PT Pertamina (Persero) yang meminta insentif di megaproyek Blok East Natuna di Kepulauan Riau. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku sudah meresponnya, tapi sayangnya ia enggan merinci insentif berupa apa yang nanti akan diberikan oleh pemerintah di proyek ini. "Kami sudah merespon, tapi saya belum bisa jawab. Nanti akan dijawab sama yang menerima penegasan dari Kementerian Keuangan. Hubungannya kalau konsorsium itu pasti dengan BP Migas dulu [sekarang SK Migas], atau kalau sekarang dengan Menteri ESDM," ujarnya, Jumat (28/12/2012). Agus mengatakan untuk proyek ini memang awalnya konsorsium di bawah Pertamina meminta insentif, tapi tidak didukung dengan suatu studi kelayakan.Akhirnya pemerintah melakukan diskusi dan meminta BP Migas ketika itu, untuk menyusun studi kelayakan yang independen supaya mudah untuk dijadikan rujukan. "Dan itu sekarang sudah keluar [hasilnya] dan atas dasar studi kelayakan itu mudah sekali kita untuk memahami berapa dan apa yang diinginkan investor, serta berapa dan apa yang bisa ditawarkan oleh pemerintah. Itu sudah kami respons," ujar Agus. (ra)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup