Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FLU BURUNG: 150.866 Unggas Mati, Peternak Rugi Rp1,5 Miliar

JAKARTA: Merebaknya serangan virus flu burung terhadap itik (bebek) dan unggas sejak Oktober tahun ini diprediksikan mengakibatkan kerugian peternak Rp1,5 miliar.Wabah unggas belakangan ini sudah cukup mengkhawatirkan. Menteri Koordinator Kesejahteraan
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 27 Desember 2012  |  21:59 WIB

JAKARTA: Merebaknya serangan virus flu burung terhadap itik (bebek) dan unggas sejak Oktober tahun ini diprediksikan mengakibatkan kerugian peternak Rp1,5 miliar.Wabah unggas belakangan ini sudah cukup mengkhawatirkan. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat(Menkokesra), Menteri Kesehatan, Menteri Pertanian, Menteri Komunikasi dan Informatika, dan Menteri Perhubungan menggelar rapat koordinasi terkait kasus flu burung pada Kamis (27/12) di kantor Kemenkes, Jakarta.Wabah virus flu burung H5N1 dengan clade baru 2.3.2 telah menyebabkan kematian terhadap 150.866 ekor itik. Kementerian Pertanian(Kementan) mencatat kematian itik di Indonesia sejak Oktober sampai 26 Desember 2012 telah menyebabkan nilai kerugian sebesar Rp 1,5 miliar.Penyebaran virus flu burung clade baru terhadap unggas di Indonesia terdapat di sembilan provinsi yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Lampung, Riau, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan status kejadian luar biasa(KLB) virus flu burung pada unggas di Indonesia. Dia menekankan status KLB pada unggas belum merembet kepada manusia."Untuk manusia belum KLB karena jumlah kasusnya yang masih kecil," ujarnya, Kamis (27/12).Nafsiah menekankan untuk virus flu burung clade baru belum ditemukan kasus kematian terhadap manusia dan hanya terjadi kepada unggas. Namun, untuk di beberapa negara, virus flu burung clade baru sudah menyebabkan kematian manusia, seperti yang terjadi di China dan Hong Kong.Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menuturkan pemerintah akan meningkatkan pengawasan perdagangan unggas antardaerah. "Pemerintah telah menekankan adanya penguatan peraturan daerah tentang upaya penghentian penyebaran virus flu burung dan penghentian impor unggas dari Australia."Menurut Agung, nantinya Kementerian Komunikasi dan Informatika bertugas memperkuat sosialisasi pencegahaan penyebaran virus flu burung. Kemudian, Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah (Pemda) akan memperketat pengawasan lalu lintas perdagangan unggas antar daerah.Sementara itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara(BUMN) dan Kementerian Keuangan(Kemenkeu) akan fokus untuk mewujudkan kemampuan negara memproduksi vaksin untuk kebutuhan nasional pada 2015.Menteri Pertanian Suswono menyatakan pemerintah belum memiliki program kompensasi bagi pemilik itik yang mengalami kerugian akibat virus flu burung. "Dana untuk kompensasi tidak ada dalam APBN 2013, karena ini merupakan kejadian yang tidak terduga," ujarnya.Menurutnya, kompensasi juga dapat diberikan jika ada pernyataan adanya bencana baru bisa dikeluarkan. Namun, Suswono menuturkan pemerintah telah mengarahkan kepada pihak perbankan untuk mempermudah proses pemberian kredit kepada peternak yang terkena kasus flu burung.Suswono beranggapan banyak peternak yang melakukan pinjaman kepada bank untuk kelangsungan usaha. Pemerintah juga meminta pihak bank untuk tidak menyita agunan para peternak jika tidak sanggup membayar tagihan kredit perbankan. (bas)(Foto:kominfo.go.id)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top