Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FLU BURUNG: Kementan Pastikan Virus Menyerang Unggas

JAKARTA --Kementerian Pertanian memastikan kasus kematian ayam kampung yang baru ditemukan diakibatkan oleh virus flu burung (avian influenza).
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 26 Desember 2012  |  21:47 WIB

JAKARTA --Kementerian Pertanian memastikan kasus kematian ayam kampung yang baru ditemukan diakibatkan oleh virus flu burung (avian influenza).

Namun, virus flu burung yang menyerang unggas itu belum dapat dipastikan apakah flu burung itu merupakan varian baru dari virus avian influenza N5H1 yang telah ada.

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Pujiatmoko mengatakan dari hasil pengujian sementara memang diketahui virus yang menyebabkan kematian ayam kampung akibat flu burung.

“Tapi clade-nya itu belum tentu sama seperti yang menyerang itik kemarin. Perlu sequencing [teknik pengurutan genetika], kalau sequencingnya sudah diketahui baru bisa dipastikan clade baru atau yang sama,” uajrnya usai acara Prospek Pembangunan Pertanian 2013, Rabu (26/12).

Menurutnya, kasus kematian ayam kampung yang terjadi di Tangerang dan Bogor diketahui berada satu kandang dengan itik yang terjangkit flu burung.

Dia menuturkan Kementerian Pertanian langsung menyebarkan surat edaran agar penyebaran virus flu burung yang menyerang unggas itu tidak semakin meluas.

Untuk mencegah penyebaran virus itu, katanya, maka perlu penjagaan yang ketat dari daerah tertular ke daerah yang belum tertular. "Unggas-unggas yang tertular itu tidak boleh keluar dari daerah supaya dikarantina."

Ketua Umum Himpuli Ade Meirizal Zulkarnain mengatakan matinya ribuan ayam kampung ditemukan diantaranya di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Ade mengungkapkan kematian ayam secara mendadak terbesar ada di Jawa Barat yaitu di Sukabumi dan Bogor. Kematian ayam kampung di Bogor diketahui sudah terjadi sejak Kamis lalu yang totalnya sekitar 5.500 ekor, sedangkan di Sukabumi diketahui terjadi sejak dua pekan lalu dengan kematian sekitar 2.500 ekor.

Sebelum kasus kematian ayam kampung ini, pemerintah juga digemparkan dengan matinya ratusan ribu ekor itik di sejumlah daerah akibat virus flu burung jenis baru. (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top