Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN: Percepatan tahap I proyek 10.000 MW selesai September 2014

JAKARTA--PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) optimistis program percepatan tahap pertama (fast track program/FTP-I) 10.000 mega watt (MW) akan selesai pada September 2014 mendatang.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  17:03 WIB

JAKARTA--PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) optimistis program percepatan tahap pertama (fast track program/FTP-I) 10.000 mega watt (MW) akan selesai pada September 2014 mendatang.

Direktur Konstruksi PLN Nasri Sebayang mengatakan September 2014, FTP-I akan selesai dilaksanakan, meskipun hingga akhir 2012 program itu hanya mencapai 4.900 MW. Padahal sebelumnya Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan FTP-I bisa mencapai 6.087 MW pada akhir 2012.

“FTP-I progresnya bagus, saya kira tahun ini akan mencapai 4.900 MW. Kalau ditambah dengan yang non-FTP seperti di Cirebon, Paiton dan Lontar kapasitasnya sudah lebih dari 6.000 MW,” katanya saat ditemui di kantor pusat PLN, Jakarta, Jumat (21/12/2012).

Dia mengungkapkan beroperasinya seluruh pembangkit listrik utama pada 2013 akan mempercepat proses FTP-I untuk mencapai 10.000 MW pada 2014. Targetnya, pada 2013 nanti FTP-I akan mencapai mencapai 9.000 MW, sehingga dapat mengejar target 10.000 MW pada akhir 2014 sesuai instruksi presiden.

Nasri menjelaskan pencapaian FTP-I pada 2012 yang sebesar 4.900 MW salah satunya disebabkan beberapa proyek yang mundur hingga Januari 2013 karena persoalan pengujian pembangkit. “Jadi yang pengujian itu sebenarnya listriknya sudah masuk ke PLN, tetapi belum dinyatakan commercial operation, karena masih tahap uji coba,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya akan menanyakan alasan alasan kontraktor yang telat melaksanakan proyek itu. Pasalnya beberapa kontraktor menyebut keterlambatan PLN memberi listrik untuk menguji pembangkit dan belum dikeluarkannya izin jeti dari kementerian menjadi penyebab utama telatnya penyelesaian proyek itu.

“Tetapi kalau keterlambatan kontraktor disebabkan matinya mesin saat akan melakukan uji coba, itu kan kesalahan mereka,” jelasnya.

Direktur Jenderal Kelistrikkan Kementerian ESDM Jarman sebelumnya menyebutkan sejak 2009 hingga 16 Mei 2012, realisasi dan target operasional komersial PLTU 10.000 MW Tahap 1 sudah terealisasikan sekitar 3.790 MW. Dengan rincian pada 2009 masuk 300 MW, 2010 sebesar 300 MW, pada 2011 sebesar 2.560 MW, dan pada Januari-16 Mei 2012 masuk 630 MW.

Adapun dari 17 Mei 2012 hingga Desember 2012 ditargetkan terealisasi sebesar 2.297 MW, sehingga sampai akhir 2012 akan beroperasi sekitar 6.087 MW. Sementara itu, untuk 10.000 MW FTP-II, ditargetkan akan selesai pada 2018 (Untuk proyek PLN).

Dalam FTP tahap II, komposisi terbesar dari pembangkit listrik panas bumi sebesar 4.900 MW dan PLTA 1.753 MW atau sekitar 69% berasal dari energi baru terbarukan.(msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lili Sunardi

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top