Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PUPUK BERSUBSIDI: Realisasi Penyaluran Di Sumut Rendah

MEDAN-Realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Sumatera Utara rendah, terlihat dari hingga akhir November 2012, baru terserap 134.421 ton atau sekitar 72% dari total pupuk yang dialokasikan ke provinsi ini.  Bahkan dari sejumlah kawasan di
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  23:46 WIB

MEDAN-Realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Sumatera Utara rendah, terlihat dari hingga akhir November 2012, baru terserap 134.421 ton atau sekitar 72% dari total pupuk yang dialokasikan ke provinsi ini.  Bahkan dari sejumlah kawasan di Sumut, ada kota dan kabupaten yang masih menggunakan urea bersubsidi di bawah 40% dari total alokasi dari Pemerintah. Padahal, pupuk itu diharapkan dapat digunakan petani meningkatkan produktivitas lahan.“Untuk Kota Pematang Siantar, saat ini realisasi penyerapan pupuk urea bersubsidi  masih 20%, Tanjung Balai 22%, dan Toba Samosir 31%,” jelas Kepala Dinas Pertanian Sumut M. Roem, Jumat (21/12).Sesuai dengan SK Gubernur Sumatra Utara, pada tahun ini telah dialokasikan pupuk urea bersubsidi sebanyak 105.625 ton oleh pihak PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) untuk menghadapi musim tanam, yakni Oktober 2012 sampai Maret 2013.Sementara itu, penyerapan pupuk bersubsidi lain tidak jauh berbeda dengan pupuk urea. Dari Januari hingga Agustus 2012, realisasi pupuk SP-36 mencapai 29.797,40 ton atau 56,42% dari sebesar 35.805 ton.Pupuk ZA bersubsidi dialokasikan sebesar 30.773 ton, realisasi 35.089,10 ton atau 114,03 %. NPK alokasi 94,281 ton, realisasi 72.597,90 ton, atau 77,00 %. Pupuk organik 24.097 ton, realisasi 15.311,50, atau 63,54 %.Berbeda dengan penyerapan pupuk bersubsidi, penjualan pupuk nonsubsidi di Provinsi Sumatra Utara pada tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu akibat adanya penambahan lahan perkebunan dan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.Peningkatan penjualan terjadi pada hampir semua produsen pupuk di Sumatra Utara, seperti PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) dan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Penjualan Pusri selama 8 bulan pertama tahun ini bahkan sudah melampaui penjualan sepanjang tahun lalu.M Ali Sukirman, Supervisor Pengadaan dan Penjualan PT Pusri Sumut, mengatakan hingga Agustus 2012, penjualan pupuk nonsubsidi sudah mencapai 75.000 ton, sehingga ditargetkan hingga akhir 2012 penjualan mencapai 100.000 ton."Sementara penjualan hingga Desember 2011 mencapai 65.000 ton. Tentunya jika kondisi sekarang dibandingkan dengan tahun lalu, mengalami kenaikan," jelas Ali Sukirman, belum lama ini.Peningkatan penjualan pupuk nonsubsidi ini, tambah Ali, terjadi karena banyaknya permintaan dari sektor perkebunan, maupun sektor industri. Dia menilai minat investor di sektor perkebunan Sumut meningkat.Dia mengemukakan sebagian besar pupuk nonsubsidi di Sumut dipasarkan ke Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deliserdang, dan Kabupaten Simalungun yang menjadi sentra produksi komoditas perkebunan provinsi ini.Selain menjual pupuk nonsubsidi, ujarnya, Pusri juga menyediakan pupuk bersubsidi menjual pupuk non subsidi, ungkap Ali Sukirman, juga menjual pupuk subsidi, tapi wilayah penjualan pupuk subsidi tersebut tidak di wilayah Sumatera Utara, di provinsi lain.Sementara itu, jelasnya, pengadaan pupuk bersubsidi untuk Sumatra Utara, termasuk provinsi lain di Wilayah Sumatra Bagian Utara, dilakukan oleh Pupuk Iskandar Muda. Namun, jelasnya, untuk pengadaan pupuk nonsubdisi kedua perusahaan dapat melakukannya di Sumut. (k18/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Asni Oktarina Rambe

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top