Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BBM BERSUBSIDI: Kuota Tambahan 1,23 Juta KL Tak Terserap

JAKARTA--Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memprediksi kuota tambahan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 1,23 juta kilo liter (KL) tidak akan terserap sepenuhnya hingga akhir 2012.Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto mengatakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  16:42 WIB

JAKARTA--Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memprediksi kuota tambahan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 1,23 juta kilo liter (KL) tidak akan terserap sepenuhnya hingga akhir 2012.Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto mengatakan kuota tambahan BBM bersubsidi tidak akan terserap seluruhnya karena cadangan solar pada 9 Desember 2012 masih ada sekitar 431.374 KL. Padahal, saat mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi solar dan premium diperkirakan habis pada minggu kedua Desember 2012.“Per 9 Desember, sisa premium masih 1,58 juta KL, solar masih sisa 431.374 KL dan minyak tanah masih 95.158 KL. Dari data itu dapat disimpulkan tambahan kuota yang disetujui DPR ketika itu sebagian dapat dihemat,” katanya di Jakarta, Kamis (20/12).Djoko mengungkapkan dengan operasi satuan tugas gabungan yang berhasil mengungkap penyelewengan BBM bersubsidi minggu lalu, seharusnya konsumsi solar akan menurun. Pasalnya, para pelaku penyalahgunaan solar bersubsidi telah tertangkap dan sebagian lainnya bersembunyi.Menurutnya, penyalahgunaan BBM bersubsidi selama ini memang menjadi penyebab utamanya terus kurangnya kuota BBM bersubsidi. Hal itu ditambah dengan perbedaan harga yang tinggi antara BBM bersubsidi dengan BBM nonsubsidi.Seperti diketahui, 3 Desember 2012 lalu Komisi VII DPR menyetujui usulan pemerintah untuk menambah kuota BBM bersubsidi sebanyak 1,23 juta KL, dengan rincian 0,50 juta KL untuk premium dan 0,73 juta KL untuk solar.VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir mengatakan penyerapan BBM bersubsidi masih sesuai dengan kuota yang telah disetujui DPR beberapa waktu lalu. “Masih sesuai kuota, kalaupun lebih rendah dari kuota tambahan kan bagus bagi keuangan negara,” ujarnya.Akan tetapi, Ali enggan menyebut berapa banyak BBM bersubsidi yang nantinya bisa dihemat. Hal itu untuk mengantisipasi tindakan masyarakat yang memborong BBM bersubsidi karena mengetahui surplus kuota BBM bersubsidi.Sementara itu, Wakil Ketua BPH Migas Fansrullah Asa mengatakan pengendalian masih perlu dilakukan karena penyelewengan BBM subsidi saat ini melibatkan oknum dan terjadi secara sistemik. Kebocoran BBM subsidi di tengah jalan saat pendistribusiannya.“2012 ini pemerintah mengaanggarkan sekitar Rp165 triliun untuk program subsidi BBM. Uang sebanyak itu bisa digunakan untuk membangun Jembatan Selat Sunda atau infrastruktur lainnya yang lebih bermanfaat. Apa jadinya kalau itu semua tidak tepat sasaran,” jelasnya. (if) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top