Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI-PAKISTAN: RI Segera Ratifikasi Preferential Trade Agreement

NEW DELHI-Indonesia akan segera meratifikasi aturan tarif terkait preferential trade agreement (PTA) dengan Pakistan. Saat ini Kementerian Perdagangan telah menyelesaikan berbagai aturan terkait tarif yang tinggal menunggu pengesahan dari  Kementerian
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  08:15 WIB

NEW DELHI-Indonesia akan segera meratifikasi aturan tarif terkait preferential trade agreement (PTA) dengan Pakistan. Saat ini Kementerian Perdagangan telah menyelesaikan berbagai aturan terkait tarif yang tinggal menunggu pengesahan dari  Kementerian Keuangan.

 

“Dengan Pakistan, PTA sudah ditanda tangani pada Februari lalu. Sudah akan diratifikasi [aturan turunannya], Pak Iman [Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo] sedang bekerja keras, mudah-mudahan dalam beberapa hari ini bisa diratifikasi tinggal menunggu PMK dari Menteri Keuangan,” kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat ditemui di sela-sela Pertemuan Para Menteri Perdagangan ASEAN-India di New Delhi, India, Rabu (19/12).

 

Sebelumnya, Indonesia dan Pakistan telah menyepakati PTA yang telah ditandatangani di Jakarta pada 3 Februari 2012. Kemudian pemerintah Indonesia telah meratifikasi PTA bilateral itu melalui Peraturan Presiden Nomor 98/2012 tanggal 20 November 2012.  Pelaksanaan PTA ini merupakan bagian dari Framework on Comprehensive Economic Partnership FACEP) Indonesia-Pakistan yang ditandatangani pada 2005.

 

Di dalam PTA, RI menyetujui untuk menawarkan akses pasar ke Pakistan dengan 216 pos tarif preferensi. Daftar pos tarif itu meliputi produk ekspor yang diminati Pakistan seperti buah segar, benang, bahan katun, pakaian jadi, dan perlengkapan olah raga (badminton dan raket tenis).

 

Bahkan RI menawarkan akses pasar untuk jeruk kino dari Pakistan dengan bea masuk 0%. “Tapi masuknya jeruk kino itu masih lebih kecil ketimbang kepentingan kita di Pakistan untuk sawit dan lainnya,” ujar Gita.

 

Pada kesempatan sama, Pakistan juga membuka akses pasar bagi RI dengan total 287 pos tarif preferensi. Hal ini termasuk untuk produk minyak kelapa sawit, produk olahan gula, produk kakao, dan berbagai barang konsumsi (consumer good). “Tahun ini saja ekspor kita ke Pakistan sudah naik 60%-70%,” tuturnya.(yus) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Suyono Saputra

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top