Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA DITJEN PAJAK: Target setoran PPh migas tumbuh 24%, realisasi hanya 6%

JAKARTA—Ditjen Pajak mencatatkan realisasi penerimaan pajak sektor pertambangan dan penggalian serta sektor pengolahan lebih rendah daripada tahun lalu.Fuad Rahmany, Direktur Jenderal Pajak, mengatakan perlambatan ekonomi dunia [global slowdown]
Nancy Junita - nonaktif
Nancy Junita - nonaktif - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  23:26 WIB

JAKARTA—Ditjen Pajak mencatatkan realisasi penerimaan pajak sektor pertambangan dan penggalian serta sektor pengolahan lebih rendah daripada tahun lalu.Fuad Rahmany, Direktur Jenderal Pajak, mengatakan perlambatan ekonomi dunia [global slowdown] merupakan penyebab utama turunnya penerimaan pajak dari kedua sektor tersebut.“Ada global slowdown dari Eropa, Amerika, ditambah tahun ini dari China dan India. Jadi yang terpukul itu manufaktur dan pertambangan. Volume turun dan harga juga turun terhadap barang-barang komoditas [sektor] itu,” ujarnya dalam acara Diskusi Penerimaan Pajak bersama Pimpinan Redaksi, Kamis Malam (20/12).Berdasarkan data Ditjen Pajak per 15 Desember 2012, sektor pertambangan dan penggalian serta sektor pengolahan mencatatkan penurunan penerimaan pajak jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.Penerimaan sektor pertambangan dan penggalian tercatat sebesar Rp53,3 triliun atau turun 15,47% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp63,1 triliun. Kontribusi sektor ini adalah 18,13% terhadap total penerimaan pajak PPh non migas.Adapun, penerimaan sektor pengolahan tercatat sebesar Rp89 triliun atau turun 1,75% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp90,6 triliun. Kontribusi sektor ini adalah 25,82% terhadap total penerimaan pajak PPh non migas.Secara keseluruhan, penerimaan Pph non migas per 15 Desember 2012 tercatat Rp365,1 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2011, penerimaan ini hanya mengalami kenaikan 6,1%. Padahal dalam APBN-P 2012, target kenaikan pajak PPh non migas sebesar 24,51% terhadap tahun lalu.Hal yang berbeda terjadi di sisi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN&PPnBM). Realisasi penerimaan pajak jenis ini mengalami peningkatan melebihi target yang ditetapkan dalam APBN-P 2012.Dalam APBN-P 2012, peningkatan penerimaan PPN&PPnBM ditargetkan sebesar 21% dibandingkan dengan 2011. Adapun, penerimaan PPN&PPnBM per 15 Desember 2012 tercatat sebesar Rp307,6 triliun atau meningkat 28,14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.“PPN&PPnBM itu meningkat karena ada gebrakan pada sistem administrasi kita. Dari awal tahun ini kita lakukan registrasi ulang,” kata Fuad.Namun, lanjutnya, lonjakan kenaikan PPN&PPnBM tidak bisa menutupi perlambatan pertumbuhan penerimaan PPh non migas. Padahal, penerimaan PPh non migas mengambil porsi mayoritas dari total penerimaan pajak negara. (c26/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top