Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEKSI EKONOMI 2013: Target pertumbuhan 6,8% diragukan

JAKARTA-- Kalangan akademisi pesimistis target pertumbuhan ekonomi 2013 yang dipatok pemerintah sebesar 6,8% tercapai. Pertumbuhan ekonomi pada tahun depan diprediksi stagnan, yakni sekitar 6%-6,5%.Head of Researcher Macroenomic Dashboard Fakultas Ekonomika
Edwina
Edwina - Bisnis.com 19 Desember 2012  |  03:15 WIB

JAKARTA-- Kalangan akademisi pesimistis target pertumbuhan ekonomi 2013 yang dipatok pemerintah sebesar 6,8% tercapai. Pertumbuhan ekonomi pada tahun depan diprediksi stagnan, yakni sekitar 6%-6,5%.Head of Researcher Macroenomic Dashboard Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Sri Adiningsih menjelaskan proyeksi tersebut berdasarkan perkiraan situasi perekonomian Indonesia masih dibayangi ketidakpastian pemulihan krisis keuangan di Eropa.Pasalnya, krisis di Eropa semakin menjalar hingga berdampak ke China dan India. Kedua negara ini sanggup bertahan ketika terjadu krisis keuangan global pada 2008 silam tetapi laju pertumbuhannya mulai menurun pada tahun ini."Krisis keuangan bisa mengambil celah masuk ke pasar keuangan dalam negeri. Banyak portofolio jangka pendek yang jatuh tempo pada tahun depan sehingga bisa berpotensi sebabkan instabilitas pasar uang," papar Sri di acara Indonesia Economic Review and Outlook, Selasa (18/12).Menurutnya, sektor yang mengalami pertumbuhan cemerlang sepanjang tahun ini akan kesulitan mempertahankan pertumbuhan tersebut pada tahun depan, seperti sektor transportasi, komunikasi, konstruksi, keuangan, real estate, dan jasa perusahaan.Roda ekonomi pun masih bertumpu pada kekuatan konsumsi domestik sebagaimana halnya pada tahun ini."Kami mengandalkan otoritas untuk menciptakan stimulus pada pergerakan ekonomi supaya tetap stabil dan tidak memburuk. Misalnya, pengurangan subsidi BBM secara bertahap guna dialihkan ke pengembangan infrastruktur," ujarnya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top