Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

APLN: Cari 300 ha lahan di Makassar

MAKASSAR: PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membutuhkan lahan sekitar 300 hektare (ha) di kawasan utara maupun selatan Kota Makassar untuk membangun investasinya sekaitan dengan rencana pemerintah kota yang melakukan reklamasi pantai."Kami membutuhkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  05:15 WIB

MAKASSAR: PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membutuhkan lahan sekitar 300 hektare (ha) di kawasan utara maupun selatan Kota Makassar untuk membangun investasinya sekaitan dengan rencana pemerintah kota yang melakukan reklamasi pantai."Kami membutuhkan lahan seluas 300 hektare untuk membangun karena investasi di luar Jakarta dan pulau Jawa sangat potensial, apalagi Kota Makassar," ujar Investor Relation Agung Podomoro Land, Wibisono di Makassar, Senin.Ia mengatakan, konsep pembangunan untuk menunjang investasinya di kawasan terpadu yang rancangannya sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Makassar sesuai dengan konsep rancangan tata ruang wilayah (RTRW) 2011-2031.Adapun konsep reklamasi pantai untuk adaptasi dan mitigasi pantai. Reklamasi pantai yang dilakukan di Makassar itu pun kemungkinan akan berbeda dengan daerah lainnya karena penggunaan teknologi juga berbeda sesuai dengan karakter wilayahnya."Reklamasi pantai yang dilakukan ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan kami berharap semoga semuanya berjalan lancar dan kami pun bisa melakukan pembangunan di daerah pengembangan kota," katanya.Meskipun mengaku membutuhkan lahan yang cukup luas untuk membangun investasi Podomoro di kawasan terpadu itu, dirinya tetap tidak dapat menyebutkan nilai investasi yang akan ditanamkan.Karena menurutnya, semua pihak termasuk Pemerintah Kota Makassar masih melakukan pengkajian. Namun, berdasarkan pertemuan 14 investor yang melakukan pertemuan di ruang pola Balaikota Makassar itu jika sejumlah perizinan sudah diselesaikannya."Untuk izin prinsip usaha sama Amdal juga kami sudah kantongi, sisa menyelesaikan sejumlah administrasinya," ucapnya.Ia menyatakan, untuk membangun satu tower membutuhkan anggaran sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun, tergantung dari tingginya tower yang dibangun.Dari setiap proyek yang dilakukannya, baik di Jakarta maupun diseluruh daerah, pihaknya menargetkan angka minimal dari keuntungan investasi itu yakni pada kisaran 20 persen."Setiap proyek yang diambil minimum diatas 20 persen jadi ekspektasi pada proyek ini minimal 20 persen. Untuk saat ini konsep investasinya masih dikaji dan mungkin masih lebih banyak ke residencial tapi untuk komersial dan office masih akan dikaji lebih jauh lagi," tegasnya. (Antara/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top