CMPP: Jajaki masuk ke bisnis tambang

JAKARTA – PT Centris Multipersada Pratama Tbk (CMPP), emiten yang memiliki bisnis utama di bidang transportasi pertaksian tengah menjajaki untuk masuk ke bisnis pertambangan.Komisaris Utama Centris Multipersada Pratama Andri Tedjadharma mengatakan
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  06:03 WIB

JAKARTA – PT Centris Multipersada Pratama Tbk (CMPP), emiten yang memiliki bisnis utama di bidang transportasi pertaksian tengah menjajaki untuk masuk ke bisnis pertambangan.Komisaris Utama Centris Multipersada Pratama Andri Tedjadharma mengatakan perusahaannya tidak akan buru-buru masuk ke bisnis pertambangan, karena banyak hal yang harus dipertimbangan sampai rencana benar-benar matang mengingat besarnya investasi.Oleh karena itulah, emiten dengan kode CMPP ini memulai dengan merambah bisnis perdagangan batu bara yang sudah direalisasaikan kuartal III tahun ini dengan membentuk anak usaha PT Multi Mekar Lestari dengan porsi kepemilikan saham 55%.Rencananya tahun depan, perseroan akan mengembangkan bisnis pengakutan batu bara dan tambang baik melalui kapal tongkang maupun dump truck.Apabila bisnis tersebut dirasa memiliki prospek yang cukup cerah, CMPP akan mencoba masuk ke pertambangan. Dengan demikian, perseroan akan memiliki bisnis usaha batu bara yang komprehensif.Menurutnya investasi yang dibutuhkan untuk meralisasikan itu semua terbilang besar yakni bisa mencapai Rp5 triliun hingga Rp6 triliun.“Investasi (sebagian) bisa melalui right issue, tapi kami tidak akan gegabah karena harus benar-benar matang untuk masuk ke bisnis pertambangan. Sekarang lagi penjajakan ke arah sana. Tapi apakah bisa terjadi tahun depan? belum bisa dipastikan,” ucapnya.Andri mengatakan pertimbangan perseroan masuk ke bisnis pertambangan karena kebutuhan akan batu bara baik dalam maupun luar negeri terus meningkat.Selain itu, penggunaan batu bara untuk kebutuhan tenaga listrik pun terbilang jauh lebih murah dibandingkan penggunaan BBM atau BBG.Untuk perdagangan batu bara, tahun depan perusahaan yang dipimpin oleh Vinsensius ini menargetkan dapat menjual sekitar 300.000 ton.  Dia berharap dengan masuknya perseroan ke bisnis batu bara, keuntungan dan pendapatan perusahaan akan meningkat tajam dibandingkan tahun ini. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top