Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TERANCAM PANCUNG: Menakertrans Imbau Konsorsium Asuransi TKI Selamatkan Satinah

JAKARTA-Pemerintah berharap Konsorsium Asuransi TKI memberikan bantuan pendanaan untuk menyelesaikan permasalahan Satinah binti Djumadi, TKI terpidana mati di Arab Saudi karena membunuh majikannya.
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  13:10 WIB

JAKARTA-Pemerintah berharap Konsorsium Asuransi TKI memberikan bantuan pendanaan untuk menyelesaikan permasalahan Satinah binti Djumadi, TKI terpidana mati di Arab Saudi karena membunuh majikannya.

Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan bantuan itu dapat berupa dana CSR (corporate social responsibility) yang dimiliki perusahaan asuransi TKI atau bantuan khusus lainnya di luar sistem dan kewajiban perasuransian.

“Dari segi UU Perasuransian memang masalah itu [pembayaran diyat bagi TKI terpidana mati di Arab Saudi] di luar kewajiban Konsorsium Asuransi TKI, tapi pemerintah berharap dengan CSR atau bantuan lainnya, Satinah dapat terbebas dari hukuman mati, ” ujarnya, Senin (17/12).

Muhaimin menjelaskan hal seperti itu tidak perlu dibesar-besarkan, karena akan membuat permasalahan menjadi berkepanjangan, terutama tentang besarnya diyat (uang ganti materi) yang ditetapkan oleh keluarga korban.

Sementara itu Konsorsium Proteksi TKI menyatakan kesiapannya membantu TKI yang menghadapi permasalahan hukum di luar negeri, tapi untuk penggantian uang diyat bukan merupakan ranah asuransi.

Menurut Kepala Divisi Klaim, Produksi dan Marketing PT Paladin International Muhammad Husein, perusahaan dan pialang asuransi dari Konsorsium Proteksi TKI tidak lepas tangan memberikan bantuan bagi TKI.

PT Paladin International juga membantah lepas tangan dalam memberikan bantuan terhadap Satinah, TKI asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi.

“Bahkan, kami sudah memverifikasi data kepesertaan asuransi atas Satinah yang terancam hukuman pancung itu, tapi yang bersangkutan tidak termasuk dalam program asuransi Konsorsium Proteksi TKI,” ungkapnya. (yus) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top