Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GAS UNTUK PLN: NuEnergy Sukses Temukan Cadangan CBM

MUARA ENIM—NuEnergy Gas Limited, perusahaan energi yang terdaftar di Bursa Australia, mengumumkan keberhasilan pengeboran sumur kedua gas metana batu bara (coal bed methane/CBM) di Blok Muara Enim, Sumatera Selatan.
Fajrin
Fajrin - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  09:02 WIB

MUARA ENIM—NuEnergy Gas Limited, perusahaan energi yang terdaftar di Bursa Australia, mengumumkan keberhasilan pengeboran sumur kedua gas metana batu bara (coal bed methane/CBM) di Blok Muara Enim, Sumatera Selatan.

NuEnergy merupakan operator di blok Muara Enim melalui PT Trisula CBM Energi sebagai anak perusahaan dengan kepemilikan 40%.

Chief Executive Officer (CEO) NuEnergy Chris Newport mengatakan hasil produksi gas di sumur ME CBM 02 itu akan dibeli oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk melistriki desa setempat, yakni Desa Ibul Dalam, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Saat ini produksi gas masih belum stabil, yakni berada di kisaran 0,3 MMscfd. Pada puncaknya (pilot project), sumur tersebut bisa menghasilkan gas sekitar 0,8 MMscfd atau bisa menghasilkan listrik sekitar 3 MW-5 MW. 

“Pilihan pertama kami, gas ini untuk PLN. Kerja sama dengan PLN ini sudah dibicarakan dan sedang dipersiapkan MoU-nya. Perkiraan kami ini memang tidak besar, tergantung kebutuhan PLN, targetnya akhir Desember ini sudah ada MoU,” kata Christ dalam acara  Tes Keberhasilan Gas Pertama dari Blok CBM di Blok Muara Enim, Sumur ME CBM 02, Muara Enim, Sumatera Selatan kemarin, Rabu (12/12/2012)

Kesuksesan pengeboran Sumur ME CBM 02 di Muara Enim didapat pada pengeboran dengan total kedalaman 840 meter.

Sumur tersebut merupakan sumur kedua yang dibor oleh perusahaan. Sebelumnya, di sumur pertama ME CBM 01 yang berlokasi tidak jauh dari sumur ME CBM 02 gagal menghasilkan gas setelah dibor hingga kedalaman sekitar 800 meter.  

Menurut Christ, PLN memang berminat untuk membeli gas dari sumur miliknya . Seperti diketahui, Desa Ibul Dalam merupakan daerah tertinggal yang masih belum terlistriki. Saat ini, ada sekitar 165 kepala keluarga di desa tersebut dan semuanya menggunakan genset sebagai sumber listrik.

“Dengan PLN kita ready, mereka akan membuat jaringan listrik masuk desa, apakah nantinya kami (melalui anak usaha baru) atau PLN yang akan membangun pembangkit baru di sana, itu bergantung pada MoU,” jelas Christ.

Yang pasti, listrik sekitar 3 MW-5 MW cukup untuk melistriki desa tersebut.

Pihaknya berharap, PLN bisa membeli dengan harga yang kompetitif, yakni mulai dari US$ 7,5 per MMbtu. Saat ini, negosiasi sedang dilakukan.

Yang pasti, lanjut Christ, harga di awal harus bagus dan membuat investasi di bidang CBM berkembang. “Bahkan ke depannya kami berharap bisa diatas US$ 10 per MMbtu, namun untuk tahap awal, kami akan negosiasi.” (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top