Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEKSI EKONOMI: Kebijakan lunak BI rangsang investasi

JAKARTA—Kebijakan Bank Indonesia membiarkan pergerakan rupiah dinilai menjadi faktor penting yang bisa mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi.Ketua Ekonom Asia ING Timothy Condon mengatakan kebijakan moneter BI yang tergolong lunak (dovish) merangsang
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  18:27 WIB

JAKARTA—Kebijakan Bank Indonesia membiarkan pergerakan rupiah dinilai menjadi faktor penting yang bisa mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi.Ketua Ekonom Asia ING Timothy Condon mengatakan kebijakan moneter BI yang tergolong lunak (dovish) merangsang pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dalam tiga kuartal terakhir.“Karena BI dovish, PMTB naik. Kalau tren Indonesia terus berinvestasi pada ekonomi riil berlanjut, ekonomi akan terdorong kembali tumbuh pada kisaran 7—8% dalam waktu dekat,” katanya, Rabu (12/12).Dia menjelaskan kebijakan-kebijakan moneter BI mendorong arus investasi ke sektor riil, meskipun berdampak negatif pada kinerja pasar finansial di Indonesia.Gairah investasi dalam sektor riil, lanjut Candon, adalah faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah sepanjang 2012 dan diperkirakan berlanjut hingga pertengahan tahun depan.Data BPS menunjukkan pengeluaran PDB untuk investasi di Indonesia pada Januari—September 2012 tumbuh 10,77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebelum 2012, laju pertumbuhan PMTB Indonesia hanya berkisar 7—9%.Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui rata-rata nilai tukar rupiah 2012 yang saat ini pada Rp9.366 berada di atas harapan pemerintah yaitu Rp9.250.Namun, paparnya, kondisi rupiah yang melemah memberikan iklim yang kurang baik bagi para importir dan membantu langkah pemerintah mengendalikan pertumbuhan impor.“Karena kebutuhan makanya dilakukan, jadi kita kendalikan agar defisit transaksi berjalan tetap terjaga di bawah 3% GDP” kata Menkeu.Kepala BKPM Chatib Basri mengatakan rupiah yang melemah tidak hanya membantu mengurangi tekanan pada nilai ekspor, namun mendorong perusahaan asing menanamkan modal kembali di Indonesia.“[Perusahaan asing] tidak akan melakukan repatriasi besar, justru terus berinvestasi karena gain mereka besar,” katanya.Sementara itu, ING memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 6,5% pada 2013 dengan tingkat inflasi 4,5%.Canton mengatakan gejolak perekonomian global tahun depan semakin mereda terbukti dari semakin kecilnya deviasi keuntungan di pasar-pasar finansial dunia.Kestabilan ekonomi makro dan inflasi yang rendah di Indonesia, lanjutnya, akan terus menarik investasi pada 2013 walaupun tingkat pengembalian surat berharga terbitan Indonesia semakin rendah.“Investor ingin kepastian [predictability] apalagi dengan aktivitas ekonomi riil yang semakin kuat di Indonesia,” kata Canton. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top