Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGELOLAAN KEUANGAN: Prudential Latih 3.000 Perempuan

JAKARTA--PT Prudential Life Assurance memberikan pelatihan pengelolaan keuangan kepada sekitar 3.000 perempuan pengusaha berskala kecil.Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing and Communications Prudential Indonesia mengatakan, perempuan pengusaha kecil
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  20:53 WIB

JAKARTA--PT Prudential Life Assurance memberikan pelatihan pengelolaan keuangan kepada sekitar 3.000 perempuan pengusaha berskala kecil.Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing and Communications Prudential Indonesia mengatakan, perempuan pengusaha kecil dalam segmen C-D dengan rentang pendapatan antara Rp500 ribu-Rp 2,5 juta sangat potensial untuk dididik memgembangkan diri melalui pengelolaan keuangan.Selama ini, kata Nini, pendapatan rumah tangga kelompok masyarakat menengah ke bawah masih tersedot untuk kebutuhan dasar seperti pangan dan sandang.Akan tetapi, masih ada pos-pos pengeluaran yang bisa dipangkas.“Mereka sebenarnya mampu membeli produk-produk asuransi jika mengurangi pengeluaran untuk rokok, misalnya,” ujarnya,  Rabu (12/12).Adapun produk yang cocok untuk kalangan perempuan yang bekerja di sektor informal ini menurut Nini adalah produk asuransi mikro dengan premi rendah.

Nini menyebut ada beberapa produk asuransi kesehatan yang menawarkan pertanggungan untuk penyakit demam berdarah dengan nilai pertanggungan hingga Rp50 juta dengan premi hanya Rp50.000  per tahun.Nini mengakui salah satu kendala untuk menjangkau pekerja di sektor informal adalah minimnya jalur distribusi sehingga menyebabkan penetrasi  asuransi di sektor ini masih rendah. Akan tetapi,

Dia  optimistis jangkauan akan meluas seiring gencarnya kampanye financial inclusion yang didengungkan pemerintah bekerjasama dengan swasta.

Hoiza Siregar, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Provinsi DKI Jakarta, mengakui saat ini kalangan pengusaha kecil belum banyak mendapat informasi mengenai produk-produk asuransi. Padahal, katanya, mereka membutuhkan layanan asuransi terutama asuransi kesehatan.“Kami mampu beli, tapi tidak ada banyak informasi,” katanya.  (if) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Farodlilah Muqoddam

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top