Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENYERAPAN PUPUK: 78% pupuk Pterokimia Gresik terserap

JAKARTA – Penyerapan pupuk PT Petrokimia Gresik hingga akhir November mencapai 78% atau 4,31 juta ton dari total pupuk yang disalurkan 5,74 juta ton.
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  16:02 WIB

JAKARTA – Penyerapan pupuk PT Petrokimia Gresik hingga akhir November mencapai 78% atau 4,31 juta ton dari total pupuk yang disalurkan 5,74 juta ton.

Padahal musim tanam padi pada musim pengujan tahun ini mundur hingga 2 bulan. Yaitu baru dimulai awal bulan ini yang biasanya sudah dimulai pada awal Oktober.

Sekretaris Perusahaan Petrogres Ilham Setiabudi mengatakan pada saat iklim normal, maka puncak penyerapan pupuk terjadi pada Oktober hingga akhir November. "Namun, tahun ini puncak penyerapan pupuk bergeser pada akhir November hingga awal Desember," tuturnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa (11/12/2012).

Menurutnya, penyerapan pupuk NPK Phonska mencapai 73% dan Petroganik 78%. Hal itu menunjukkan kesadaran petani akan pentingnya pemupukan berimbang dengan formulasi khusus 5:3:2 yang telah diciptakan PKG mulai diterapkan petani.

Formulasi yang dimaksud adalah dengan peningkatan komposisi formulasi 500 kg petroganik, 300 kg Phonska dan 200 kg urea untuk setiap hektare.

Menurutnya, pemupukan berimbang itu telah meningkatkan produktivitas gabah dari 5-6 ton per ha menjadi 7-8 ton per ha.

Ilham menambahkan untuk menjaga sistem distribusi pupuk pihaknya juga merancang inovasi dengan membuat Distribution Center (DC). Hingga saat ini terdapat di enam titik stok di masing-masing pusat distribusi yaitu di Gresik, Cigading, Banyuwangi, Lampung, Medan dan Makassar.

Pusat distribusi itu, lanjutnya, berfungsi untuk menerima, mengelola, dan menyimpan pupuk untuk didistribusikan lagi ke gudang penyangga lini II dan III. DC ini juga berfungsi sebagai tempat untuk proses pengantongan (bagging), karena pupuk yang dikirim ke pusat distribusi dalam bentuk curah.

"Sistem DC diciptakan oleh managemen PKG agar kecepatan pendistribusian pupuk meningkat, karena lebih dekat dengan konsumen. Selain itu dari sisi kualitas, barang lebih bagus karena tidak banyak handling, bebas gancu dan bersih."  (msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sepudin Zuhri

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top