Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANDARA BALI UTARA: Lokasi Ditentukan Semester I 2013

DENPASAR—Kementerian Perhubungan menargetkan penentuan lokasi pembangunan bandara di wilayah Bali utara akan diputus pada semester I/2013 lengkap dengan penyelesaian studi kelayakan.
Matroji
Matroji - Bisnis.com 10 Desember 2012  |  15:14 WIB

DENPASAR—Kementerian Perhubungan menargetkan penentuan lokasi pembangunan bandara di wilayah Bali utara akan diputus pada semester I/2013 lengkap dengan penyelesaian studi kelayakan.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan penyelesaian feasibility study guna penentuan lokasi pembangunan bandara baru masih intensif dilakukan.

"Kami menargetkan maksimal pada semester I/2013 segera diputuskan," katanya kepada Bisnis, Senin (10/12/2012).

Kata dia sejumlah lokasi di kawasan Bali utara sudah mulai disiapkan. Opsi yang diajukan terletak di wilayah Kabupaten Karangasem, Buleleng, dan Jembrana. "Sejumlah titik di kabupaten itu sedang dikaji berdasarkan kebutuhan bandara internasional."

Dinas Perhubungan Bali merinci, kajian lokasi bandara itu berada pada 7 titik alternatif di antaranya Gerokgak, Kubutambahan dan Sangsit, Kabupaten Buleleng. Adapun lingkup pembangunan bandara baru itu berupa runway 3.800 m x 60 m, apron, taxiway, lahan parkir, akses jalan serta fasilitas kargo dan apron kargo.

Saat ini, lanjut Bambang, sejumlah persyaratan, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) masih dalam pengkajian. Kajian itu, di antaranya menentukan pembangunan land side dan air side dari bandara itu. Selanjutnya, akan dibuat detail engineering design (DED).

Untuk pembiayaan, Bambang menjelaskan, pemerintah dengan skema antara lain public rivate partnership (PPP). Dalam konsep skema ini pemerintah daerah diharapkan bisa terlibat dalam kerja sama.

Namun biasanya, katanya, investor asing atau dalam negeri lebih tertarik membangun land side termasuk terminal logistik dan penumpang serta properti penunjang bandar lain. "Adapun untuk air side, atau infrastruktur yang berkaitan dengan penerbangan, masih akan dipercayakan pada Angkasa Pura."

Pembangunan bandara baru ini, masuk dalam skala prioritas pengembangan infrastruktur Indonesia. Terlebih, menurutnya urgensi pembangunan bandara ini merupakan kebutuhan dari peningkatan kunjungan wisatawan yang diperkirakan mencapai 15 juta pada 2015 mendatang.

Saat ini, paparnya, bandara Ngurah Rai hanya mempunyai satu landasan pacu atau runway. "Penambahan runway di Ngurah Rai sudah tidak mungkin dilakukan."

Agus Suradnyana, Bupati Buleleng mengatakan pada  2014 program pembangunan bandara Buleleng masuk dalam agenda Bappenas dan sepenuhnya akan ditarget terealisasi pada tahun 2015. Diharapkan peran pemerintah daerah dan kabupaten yang memediasi PT Angkasa Pura (AP) I sebagai pihak pengelola bandara Buleleng.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika tetap bersikukuh untuk menuntaskan pembangunan bandara di Buleleng untuk menyeimbangkan pembangunan antara Bali Utara dan Selatan.Menanggapi skema pembiayaan, Agus menjelaskan, beberapa waktu lalu Gubernur sempat menggagas adanya model pembiayaan penyertaan modal antara pemerintah daerah dan Kabupaten, BUMN dan sindikasi perbankan untuk membiayai pembangunan bandara Buleleng yang diestimasikan sebesar Rp2,6 triliun.

Sementara itu, Badan Penanaman Modal (BPM) Bali menyatakan belum ada investasi masuk dari dalam negeri maupun asing untuk pembangunan megaproyek bandara internasional Bali Utara pascakabar hengkangnya investor asal India, GVK Power & Infrastructure Limeted yang telah menyiapkan US$1 miliar untuk bandara baru itu.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Bali Ida Bagus Made Parwata mengatakan belum ada kepastian investasi masuk untuk pembangunan bandara di Bali utara. Kata dia kedatangan GVK hanya sebatas melakukan audensi, belum mengarah pada target yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu.(ems)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Muhammad Khamdi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top