Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Organda Usulkan Sistem Fi-Fo Angkutan Barang & Peti Kemas di Priok

News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2012  |  12:32 WIB
JAKARTA: Operator angkutan barang dan peti kemas dari dan ke Pelabuhan yang tergabung dalam Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Priok mengusulkan penerapan pola first in - fisrt out (Fi-Fo) dalam sistem pengangkutan ekspor impor  melalui Pelabuhan Priok, sekaligus menekan tingkat kemacetan di jalur distribusi. 
 
Ketua Organda Angsuspel  Tanjung Priok Gemilang Tarigan mengatakan, pola Fi-Fo pada sistem angkutan  yakni; pergerakan kendaraan truk trailer yang mengangkut peti kemas/barang ekspor- langsung dipersiapkan secara stimultan  ketika akan keluar Pelabuhan Priok langsung mengangkut kargo.  
 
"Dengan pola itu, trailer masuk pelabuhan membawa peti kemas ekspor dan saat keluar juga membawa peti kemas impor. Inilah kuncinya agar pergerakan trailer berkurang 50% dan akhirnya kemacetan berkurang," ujarnya kepada Bisnis hari ini, Senin  (10/12). 
 
Dia mengatakan usulan tersebut sudah di sampaikan kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta, serta Kementerian Perdagangan dalam rapat pembahasan menanggulangi tingkat kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok, pekan lalu. 
 
Kerugian akibat kemacetan di Priok, kata dia, saat ini yang berasal dari tambahan biaya bahan bakar (solar) dan tambahan uang makan Sopir dan kernet rata-rata mencapai Rp.1 milliar perhari dengan asumsi rata-rata-rata  ada 12.000 armada yang bergerak melayani pelabuhan Priok setiap hari. 
 
"Untuk tambahan Solar rata-rata setiap hari mencapai 12 liter/trailler dari biasanya," tuturnya. 
 
Meskipun begitu, kata dia, penerapan pola Fi-Fo mesti dilengkapi dengan sistem informasi dan tehnologi  (IT) yang terintegrasi  pada semua armada trailer seperti  kewajiban penggunaan GPS (global positioning system) tracker. 
 
"Hal ini untuk mempermudah deteksi armada trailler disaat mengangkut ekspor maupun ketika mengangkut impor," tuturnya. 
 
Gemilang mengatakan, pada tahap awal penerepan sistem Fi-Fo akan menghadapi kendala sebab akan berhadapan dengan pemilik angkutan yang sudah loyal (berlangganan) dan sangat menikmati dengan sistem order yang berjalan selama ini. 
 
"Jika menerapkan sistem angkutan dengan pola Fi-Fo, paling tidak setiap armada mesti dilengkapi dengan alat GPS, dan ini tentunya tambahan biaya untuk investasi alat tersebut," ujar dia.(K1/faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Akhmad Mabrori

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top