Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LPKR: Targetkan 27 rumah sakit pada 2015

JAKARTA - Pengembang PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menargetkan memiliki 27 rumah sakit pada 2015 untuk mengurangi risiko di bisnis properti dengan target pendapatan yang disumbang dari sektor ini sebesar US$500 juta hingga US$600 juta atau setara Rp4,79
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 04 Desember 2012  |  20:24 WIB

JAKARTA - Pengembang PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menargetkan memiliki 27 rumah sakit pada 2015 untuk mengurangi risiko di bisnis properti dengan target pendapatan yang disumbang dari sektor ini sebesar US$500 juta hingga US$600 juta atau setara Rp4,79 triliun hingga Rp5,75 triliun.Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya menuturkan investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu rumah sakit sebesar US$25 juta atau setaraRp239,7 miliar. Menurutnya, sebagian besar rumah sakit tersebut akan dibangun di luar Jakarta."Rencananya tahun depan akan dibangun rumah sakit di Medan, Kupang, Ambon, Surabaya, Semarang. Ke-27 rumah sakit itu nantinya diharapkan dapat menyumbang lebih dari 50% pendapatan Lippo Karawaci," kata Ketut dalam paparan publik Lippo Karawaci, Selasa (4/12).Adapun saat ini ada 10 rumah sakit yang sudah operasional yakni di Cikarang, Jakarta, Surabaya, Jambi, Balikpapan, Manado dan Makassar. Sedangkan 3 rumah sakit dalam proses konstruksi yang ditargetkan dibuka akhir tahun ini yakni di Bali, Palembang, dan TB Simatupang.Ketut menjelaskan dalam skala nasional Indonesia masih kekurangan jumlah rumah sakit. Untuk tahun depan, lanjutnya, Lippo Karawaci menargetkan melakukan groundbreaking 5 hingga 7 rumah sakit."Sehingga tahun depan kami sudah mengoperasikan 13 rumah sakit. Pertumbuhan pendapatan dari segmen rumah sakit pada 2013 lebih dari 50% akibat pesatnya ekspansi perseroan ke bisnis rumah sakit. Saat ini kontribusi rumah sakit ke pendapatan Lippo Cikarang sebesar 33%," imbuhnya.Selain itu, dia menjelaskan dalam 5 tahun ke depan akan memiliki dan mengelola lebih dari 50 pusat perbelanjaan yang berlokasi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Ketut enggan memaparkan lokasi pusat perbelanjaan tersebut."Investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu pusat perbelanjaan sebesar US$30 juta hingga US$35 juta. Seperti diketahui 60% hingga 65% ekonomi Indonesia adalah dari sektor konsumsi. Mall juga merupakan infrastruktur perekonomian nasional untuk mengendalikan inflasi," ungkapnya.Adapun pada tahun depan, Lippo Karawaci menargetkan dapat membangun 4 pusat perbelanjaan. Adapun saat ini perseroan mengelola 28 pusat perbelanjaan yang tersebar di seluruh Tanah Air dan 6 pusat perbelanjaan dalam proses konstruksi.Dia menambahkan Lippo Karawaci memiliki cadangan lahan (land bank) 1.424 hektare dengan ijin pengembangan seluas 7.823 hektare dan lahan yang telah dibebaskan 4.835 hektare."Sepanjang tahun ini diharapkan dibuka 6 rumah sakit baru, meluncurkan 4 menara kondominium, dan 8 klaster residensial baru," jelasnya. (Bsi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top