Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA DAGING MELANGIT: Pemerintah Segera Intervensi Pasar

PHNOM PENH- Pemerintah segera melakukan intervensi pasar untuk mengatasi melambungnya harga daging sapi di pasaran yang berpotensi mengganggu kegiatan ekonomi nasional karena banyaknya sektor usaha informal yang bergantung pada komoditas ini.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 21 November 2012  |  15:47 WIB

PHNOM PENH- Pemerintah segera melakukan intervensi pasar untuk mengatasi melambungnya harga daging sapi di pasaran yang berpotensi mengganggu kegiatan ekonomi nasional karena banyaknya sektor usaha informal yang bergantung pada komoditas ini.

Di sela-sela mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengikuti KTT Asean ke-21 dan KTT Asia Timur ke-7 di Phnom Penh, Kamboja, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan situasi ini menjadi berlarut-larut sehingga roda perekonomian nasional terganggu.

“Saya sudah perintahkan deputi saya untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini - melambungnya harga daging sapi - karena langkanya komoditas ini di pasaran,” katanya Selasa malam (20/11).

Dia menjelaskan setidaknya dua langkah yang akan dilakukan pemerintah yakni segera mencari tahu mengapa harga daging di pasaran melangit sekitar 90.000 kg – 100.000 per kg. “Saya minta deputi saya untuk segera menggelar rapat koordinasi”.

Langkah kedua adalah bila diperlukan, pemerintah segera membanjiri pasaran dengan limpahan stok yang memadai untuk menstabilkan harga. Hatta tidak merinci lebih lanjut apakah yang dimaksudkan adalah importasi daging sapi.

“Pemerintah ingin menyelamatkan pengusaha-pengusaha informal seperti a.l. tukang bakso dan usaha rumah makan yang menyerap begitu banyak tenaga kerja. Kalau ini tidak diatasi segera, jumlah pengangguran bisa membengkak karena usaha mereka bisa tutup,” tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top