Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUNIAN MEWAH JAKARTA: Proyek diperkirakan menurun tahun depan

JAKARTA: Proyek hunian mewah di Jakarta pada 2013 diperkirakan mulai menurun setelah sebelumnya berkembang pesat pada 2009-2012.Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan berdasarkan analisis siklus properti di Indonesia
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 23 Oktober 2012  |  16:17 WIB

JAKARTA: Proyek hunian mewah di Jakarta pada 2013 diperkirakan mulai menurun setelah sebelumnya berkembang pesat pada 2009-2012.Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan berdasarkan analisis siklus properti di Indonesia yang dilakukannya, pada tahun ini siklus properti berada di puncak dan pada tahun depan siklus tersebut mulai menurun."Hunian untuk menengah atas sudah berjaya dari 2009 hingga 2012, sekarang sudah over value dan hunian itu yang membeli itu-itu saja. Siklus menurun dalam hal ini bukan berarti harganya akan turun, tetapi hanya akan terkoreksi, naiknya tidak terlalu tinggi lagi," kata Ali dalam pelatihan Property Wealth Management yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia Learning Center (Bilec) bekerja sama dengan IPW, Selasa (23/10).Dia menjelaskan saat pasar sudah mulai jenuh dan harga sudah naik cukup tinggi, pemilik hunian tersebut sulit untuk menjual atau menyewakan propertinya.Namun, lanjutnya, hunian segmen menengah tidak akan terpengaruh siklus properti karena jumlah permintaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pasokan yang tersdia di pasar. Begitu juga dengan hunian menengah ke bawah yang pasokannya sangat bergantung pada kebijakan yang ditetapkan pemerintah.Ketua umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso juga mengatakan perlambatan properti akan mulai dirasakan pada akhir 2013 karena adanya siklus 5 tahunan.“Kondisi industri real estate masih sangat baik hingga awal 2013, setelah itu amplitudonya mulai menurun. Tren 5 tahunan ini biasa terjadi di sektor properti dari tahun 1990-an,” kata Setyo.Sementara itu, pemerhati masalah perumahan Penangian Simanungkalit memperkirakan perlambatan industri properti mulai akan dirasakan pada akhir 2013 sebagai akibat efek psikologi adanya pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden pada 2014.Namun, hal tersebut hanya terjadi pada hunian segmen menengah atas. Dia menuturkan perlambatan properti pada akhir 2013 terus berlanjut hingga terpilihnya pemimpin baru.Dia menjelaskan sebagian besar spekulan akan menahan diri untuk membeli properti sampai adanya pemimpin baru, tetapi ini hanya terjadi pada properti segmen menengah atas yang harganya di atas Rp2,5 miliar.“Pada 2014 karena efek spikologi adanya pemilu, perlambatan properti hanya terjadi di segmen menengah ke atas, porsinya kan sedikit. Properti kelas menengah dan menengah ke bawah yang porsinya jauh lebih besar tidak akan berpengaruh karena permintaannya lebih besar dibandingkan pasokan,” kata Panangian.Lebih lanjut dia menuturkan selama BI rate tetap 7,25% sehingga suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) rendah dan pemerintah menjamin tidak akan menghambat perijinan maka industri properti pada 2014 industri tetap akan tumbuh karena sebagian besar yang bermain pada properti di Tanah Air yakni segmen menengah dan menengah ke bawah. (Bsi)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top