Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TAMBANG PANAS BUMI: Eksplorasi Sungai Penuh, Kotamobagu, & Hululais diharapkan jelas 2013

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha, yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berharap akan menemukan cadangan uap dari daerah eksplorasi Sungai Penuh (Jambi), Kotamobagu (Sulawesi Selatan) dan Hululais (Bengkulu) pada 2013.Presiden
Fajrin
Fajrin - Bisnis.com 17 Oktober 2012  |  15:23 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha, yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berharap akan menemukan cadangan uap dari daerah eksplorasi Sungai Penuh (Jambi), Kotamobagu (Sulawesi Selatan) dan Hululais (Bengkulu) pada 2013.Presiden Direktur PGE Slamet Riyadhi mengatakan Saat ini PGE juga melakukan eksplorasi di berbagai daerah seperti di Ulubelu (Lampung), Lumut Balai (Sumsel), Karaha (Jabar).“Yang kemarin yang di Hululais baru ketemu satu sumur. Nanti kami akan mengembangkan lagi. Pada 2013 kami akan eksplorasi lagi,” kata Slamet, Rabu (17/10).Sementara untuk Sungai Penuh, dia berharap akan menemukan cadangan lagi pada tahun ini dan tahun depan. “Baru mulai eksplorasi kalau yang di Sungai Penuh.”Sementara itu, untuk daerah eksplorasi di Kotamobagu, pihaknya akan mengevaluasi kembali. Pasalnya, pengeboran yang dilakukan tidak menemukan cadangan, dengan kata lain dua sumur yang dibor kosong. Saat ini pihaknya kembali mengevaluasi untuk mencari potensi daerahnya.“Apakah nanti lebih ke arah Barat atau ke arah Timur. Sekarang sedang dalam proses menentukan lokasinya,” ujarnya.Direncanakan akan mulai eksplorasi lagi pada tahun depan. Dia menegaskan pada 2013 perusahaan akan terus berusaha menemukan cadangan uap.Sebelumnya, PGE berhasil membuktikan cadangan panas bumi baru di Lapangan Hululais, Bengkulu dengan perkiraan kapasitas produksi sekitar 5 Mwe (megawatt electric).Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir mengatakan hal itu dibuktikan oleh keberhasilan pemboran sumur HLS C-1. “Proyek panas bumi ini sangat diandalkan untuk membantu mengatasi kekurangan kebutuhan listrik di Bengkulu dan sekitarnya,” ujarnya.Proyek Hululais terletak di Kabupaten Lebong, Bengkulu yang berjarak sekitar 180 kilometer dari Kota Bengkulu. Proyek Hululais diperkirakan memiliki potensi kapasitas hingga 300 MW. Ada pun sumur HLS -1 yang terletak di Cluster C ini merupakan satu di antara beberapa sumur yang telah dibor di Lapangan Hululais dengan kedalaman pemboran berarah mencapai 3.000 mku (meter kedalaman ukur).Proyek ini diproyeksikan dapat memasok uap untuk pembangkitan listrik dengan kapasitas 2x55 Mwe yang direncanakan mulai beroperasi pada 2014.Saat ini, PGE telah menghasilkan listrik sebesar 292 MWe yang berasal dari Lapangan panas bumi Kamojang, Lahendong, dan Sibayak.Pemerintah terus mendorong pengembangan listrik dari energi panas bumi. Oleh karena itu, pemerintah juga telah menerbitkan regulasi resmi terkait kenaikan harga listrik dari panas bumi (feed in tariff) untuk menggenjot pemanfaatan panas bumi. Regulasi itu berupa Permen ESDM No.22Tahun 2012.Permen tersebut ditandatangani oleh Jero Wacik pada 16 Agustus dan diundangkan di Jakarta pada 23 Agustus 2012. Permen tersebut berisi tentang penugasan kepada PLN untuk melakukan pembelian tenaga listrik dari pembangkit listrik tenaga panas bumi dan harga patokan pembelian tenaga listrik oleh PLN dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). (11/Bsi)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top