Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENYALAHGUNAAN LPG: Pertamina Dukung Distribusi Tertutup LPG 3 Kg

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 Juni 2012  |  17:17 WIB

 

 

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) mendukung pemerintah untuk melakukan distribusi tertutup LPG 3 kg guna memperketat jalur pendistribusian LPG 3 kg. Penataan ini dilakukan untuk memastikan pendistribusian LPG 3 kg tepat sasaran dan kuota dapat terjaga hingga akhir tahun.Hanung Budya Yuktyanta, Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, mengatakan penertiban jalur distribusi diketahui karena adanya indikasi LPG 3 kg disalahgunakan, seperti dioplos ke LPG 12 kg. Selain itu, penertiban jalur distribusi sempat terjadi kelangkaan LPG 3 kg di Jawa Barat beberapa waktu lalu."Saat ini, Pertamina sudah memastikan penambahan pasokan 15-40 % tergantung dari rata-rata harian," ujar Hanung, di sela-sela tinjauan ke Agen LPG 3 kg PT Dian Jan Adnan di Kawasan Mampang Prapatan, Senin 4 Juni 2012.Sejauh ini, Pertamina telah melakukan penyaluran ekstra untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di beberapa wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Volume tambahan pasokan LPG 3 kg di ketiga wilayah tersebut dalam 6 hari terakhir mencapai 283.243 tabung per hari atau mencapai rata-rata 22 % di atas alokasi harian di lokasi tersebut.Untuk daerah Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang pada periode yang sama telah dilakukan extra dropping sebanyak 630.360 tabung LPG 3 kg. Artinya, volume pasokan tambahan telah mencapai 106.060 tabung LPG 3 kg per hari dari alokasi normal harian di keempat wilayah tersebut yang hanya 242.432 tabung LPG 3 kg per hari.Hanung menegaskan kalau masalah kelangkaan ini sudah terselesaikan. Yang masih menjadi masalah sekarang adalah soal harga. Menurutnya, banyak pengecer dan tukang dorong yang menikmati harga tinggi sehingga pedagang keliling mengatakan LPG 3 kg langka dan harganya belum turun.Oleh karena itu, Pertamina akan melakukan operasi pasar untuk mencari di tempat mana yang masih mematok harga tinggi. "Kita sudah melakukan operasi pasar di Cianjur, Tangerang dan Bandung jadi tolong diinformasikan jika masih ada yang mematok harga tinggi," jelasnya.Hanung mengatakan bahwa Pertamina mendukung kebijakan pemerintah untuk mendistribusikan LPG 3 kg secara tertutup. "ini akan kita tata dulu, yang pasti kami mendukung kebijakan pemerintah," lanjut Hanung,Menurutnya, untuk bisa melakukan ditribusi secara tertutup, semuanya harus jelas, seperti agen harus jelas, kemudian agen ini miliki berapa pangkalan dan siapa saja pemilik pangkalan. Pihaknya juga akan mengecek ke lokasi untuk mengecek kelengkapannya, seperti berapa volume per hari, kemudian dijual kemana saja."Kalau ini sudah jelas, nanti akan mengarah tertutup, tertutup itu maksudnya per pelanggan, berapa dia beli, berapa saja, kita akan mengarah ke sana, tapi itu domainnya pemerintah, kami mendukung," ujarnya.Sebelumnya, Evita Herawati Legowo, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, mengatakan program LPG 3 kg akan tetap diteruskan tanpa ada pembatasan. Jika sebelumnya ada isu kelangkaan, itu sudah terselesaikan."Namun kita memang ada program yang kita sebut dengan distribusi tertutup, karena kembali, ini elpiji bersubsidi, jadi tidak semua orang punnya hak," katanya. Mengenai bagaimana prosedurnya, Evita masih menatanya.Saat ini di Jakarta terdapat sekitar 150 agen LPG 3 kg. Sedangkan pangkalan ada sekitar 10.000 pangkalan yang tersebar di Jabodetabek. Seperti diketahui, proses pendistribusian normal LPG 3 kg dimulai dari Pertamina/SPBE kemudian di suplai ke agen, dari agen disuplai ke pangkalan, dan terakhir disuplai ke tukang dorong atau warung. (bas)

 

 

BERITA LAINNYA:

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : riendy astria

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top