Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REVITALISASI PUSKESMAS: Kondisi infrastruktur memprihatinkan

JAKARTA: Revitalisasi pusat kesehatan masyarakat mendesak dilakukan, karena kondisi infrastruktur sebagian besar sangat memprihatinkan, minim fasilitas, dan kekurangan tenaga kesehatan.Anggota Komisi IX DPR Zuber Safawi, menyatakan belum maksimalnya
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  17:35 WIB

JAKARTA: Revitalisasi pusat kesehatan masyarakat mendesak dilakukan, karena kondisi infrastruktur sebagian besar sangat memprihatinkan, minim fasilitas, dan kekurangan tenaga kesehatan.Anggota Komisi IX DPR Zuber Safawi, menyatakan belum maksimalnya pencapaian kuantitas maupun kualitas pengelolaan anggaran kesehatan pasti berdampak besar pada pelayanan kesehatan dasar.”Selama ini, puskesmas [pusat kesehatan masyarakat] merupakan ujung tombak pemerintah dalam penyelenggaraan kesehatan baik perorangan, maupun upaya kesehatan masyarakat,” ujarnya, Selasa, 29 Mei 2012.Selain itu, dia menambahkan fungsi dasar puskesmas meski berjalan baik, hanya sebatas pada fungsi kuratif (pengobatan), sedangkan fungsi lain yang penting adalah fungsi promotif dan preventif kesehatan.Oleh karena itu, Zuber menuturkan revitalisasi puskesmas sebagai pusat pengembangan kesehatan nasional dinilai sudah sangat mendesak.”Revitalisasi puskesmas mencakup penambahan dan peremajaan fasilitas,” tegasnya.Hal itu termasuk di dalamnya jumlah minimal tempat tidur dan rawat inap, pemerataan sebaran tenaga kesehatan dan dokter, serta evaluasi kehadiran mereka di tiap puskesmas.Berdasarkan hasil kunjungan kerjanya ke beberapa fasilitas kesehatan di pelosok daerah di Tanah Air, Zuber menilai dari sebanyak 9.005 unit puskesmas, 80% di antaranya butuh perhatian ekstra pemerintah.Hal itu juga terkait juga dengan pelaksanaan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 2014. (api)

 

BACA JUGA:

Kisah Dahlan Iskan lagi

Peraih tertinggi ujian nasional 2012

Negara kehilangan Rp2,35 triliun!!

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top