Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terminal Lamong Bay akan diserahterimakan Juli 2012

SURABAYA: PT Pelabuhan Indonesia III memastikan salah satu paket pekerjaan proyek Terminal Serba Guna Teluk Lamong yaitu paket A senilai Rp404 miliar dari total enam paket pengerjaan senilai Rp3,4 triliun akan selesai dan bakal diserah terimakan pada
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Mei 2012  |  14:37 WIB

SURABAYA: PT Pelabuhan Indonesia III memastikan salah satu paket pekerjaan proyek Terminal Serba Guna Teluk Lamong yaitu paket A senilai Rp404 miliar dari total enam paket pengerjaan senilai Rp3,4 triliun akan selesai dan bakal diserah terimakan pada akhir Juli 2012 seiring kemajuan proyek yang telah mencapai 92,98%.

 

Proyek Teluk Lamong sendiri diharapkan bisa beroperasi pada awal 2014 sebagai terminal penunjang bagi pengembangan arus bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak.

 

Keberadaan terminal yang berada di areal 50 hektare itu juga akan digunakan sebagai buffer terminal manakala sejumlah dermaga di Tg. Perak direvitalisasi.

 

Pimpinan Proyek Terminal Teluk Lamong PT Pelindo III, M. Heri Darmawan mengatakan bahwa progress pengerjaan fisik kontruksi proyek terminal multiporpuse di sekitar muara Kali Lamong itu telah sesuai dengan jadwal kerja yang disepakati.

 

Alhamdulillah, semua sesuai dengan sesuai timeline yang ada, bahkan khusus untuk paket A akan segera selesai. Rencananya paket A akan diserahkan oleh kontraktor yaitu PT Adhi Karya senilai Rp404 miliar akan diserahterimakan kepada manajemen Pelindo III pada akhir Juli 2012,” kata Heri kepada Bisnis, Minggu, 27 Mei 2012.

 

Paket A merupakan pengerjaan fisik atas pembangunan dermaga dan beberapa fasilitas penunjang. “Progresnya pada akhir pekan lalu mencapai 92,98%, jadi dipastikan pengerjaannya akan bisa sesuai jadwal yang ada sehingga target  penyelesaiannya diyakini bisa dipenuhi. Paket A sendiri proses pengerjaannya dimulai pada Oktober 2010,” ujarnya.

 

Kepala Humas PT Pelindo III, Edi Priyanto mengatakan manajemen sangat berkepentingan untuk dapat menyelesaikan proyek Teluk Lamong sesuaitarget yang ditetapkan.

 

“Keseriusan ini bisa dilihat dengan adanya pembengkakan estimasi biaya proyek Lamong Bay [Teluk Lamong] dari Rp2,2 triliun naik menjadi Rp3,4 triliun. Pembengkakan ini terkait rencana investasi alat serta alokasi tambahan sarana penunjang seperti ruas akses jalan yang terkoneksi dengan Tol Surabaya-Gresik,” kata Edi kepada Bisnis, Minggu 27 Mei 2012.

 

Edi menjelaskan dari enam paket proyek Teluk Lamong, rencananya pada tahun ini aka nada dua paket yang akan diserahterimakan yaitu paket A dan Paket C berupa pengerjaan jembatan penghubung senilai Rp164 miliar yang dikerjakan PT Nindya Karya.

 

“Paket C sendiri kini progresnya mencapai 20,47%, pengerjaannya semakin meningkat dan ditargetkan akhir 2012 bisa selesai dan diserahterimakan. Paket C ini pengerjaannya dimulai pada Juli 2011.”

 

Khusus Paket B, kata Edi, progresnya masih relatif rendah mencapai 1,23%. “Paket B berupa  pekerjaan pembangunan dua unit cause way [jalan penghubung] dan container yard [lapangan penumpukan] senilai Rp853 miliar dengan kontraktor PT Pembangunan Perumahan dan PT Wijaya Karya yang mulai bekerja pada Desember 2011 dan targetnya selesai akhir 2013.”

 

Edi menjelaskan proyek Teluk Lamong terdiri atas enam paket dimana ada tiga paket yaitu A, B dan C merupakan paket fisik senilai Rp1,42 triliun, sedangkan tiga paket lainnya D, E dan F merupakan infrastruktur penjunjang senilai Rp2 triliun.

 

Data yang dihimpun Bisnis, Paket D merupakan paket pengerjaan bangunan, mechanical electrical kini tengah tahap detail engineering design (DED) yang akan dikerjakan November 2012.

 

Paket E berupa pengadaan peralatan bongkar muat yang akan dilaksanakan pemesan pada semester II/2012 dan tuntas 2013. Paket F berupa Terminal Operating System yang akan dikerjakan pada awal 2013 dan targetnya selesai Mei 2013.

 

Terminal Teluk Lamong sendiri akan menggunakan tiga sumber energi yaitu energi surya untuk lampu penerangan, energi listrik untuk peralatan bongkar muat serta energi gas untuk sarana transportasi atau alat angkut. (ea)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yuristiarso Hidayat

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top