Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI KEHUTANAN: Vegetasi karet dan gaharu jadi prioritas

JAKARTA: Vegetasi tanaman karet dan gaharu akan diprioritaskan untuk dikelola pada hutan berbasis masyarakat seperti Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Hutan Desa (HD).Direktur Bina Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Haryadi Himawan mengungkapkan HKm
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 23 Mei 2012  |  15:53 WIB

JAKARTA: Vegetasi tanaman karet dan gaharu akan diprioritaskan untuk dikelola pada hutan berbasis masyarakat seperti Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Hutan Desa (HD).Direktur Bina Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Haryadi Himawan mengungkapkan HKm dan HD memang diorientasikan sebagai lumbung produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK).Apalagi, vegetasi tanaman karet dan gaharu lebih menjanjikan dengan potensi permintaan yang tinggi serta nilai jual yang terus meningkat.International Rubber Study Group (IRSG) memperkirakan konsumsi karet dunia hingga akhir tahun akan mencapai 11 juta ton atau meningkat 2,6% ketimbang tahun lalu. Bahkan, pertumbuhan permintaan karet akan terus merangkak naik sekitar 3%-4% hingga 2020.Selain itu, potensi ekspor gaharu juga menjanjikan. Kemenhut mencatat gaharu sangat mendominasi perdagangan tumbuhan hasil hutan bukan kayu ke luar negeri.Hingga kini, eksportir tumbuhan Gaharu telah mencapai 30 unit dengan kuota ekspor gaharu sebesar 600 ton setiap tahun ke sejumlah negara konsumen seperti Arab Saudi, China, dan Jepang.Haryadi optimistis Indonesia akan menjadi salah satu penyuplai karet dan gaharu terbesar di dunia melalui skala produksi yang diperoleh dari HKm dan HD.Kemenhut menargetkan 2,5 juta hektar kawasan hutan tercadangkan sudah dapat dikelola masyarakat hingga 5 tahun mendatang."Pemerintah daerah pun diharapkan lebih banyak berperan agar areal yang sudah dicadangkan untuk dua skema pengelolaan hutan tersebut bisa direalisasikan," ujarnya, Rabu 23 Mei 2012.Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan pemberian izin HKm dan HD. Pasalnya, luas izin usaha pemanfaatan Hkm secara nasional baru mencapai 46.435 hektar dari yang sudah ditetapkan oleh menteri kehutanan tahun ini seluas 186.931 ha. (ra)

 

 

BACA JUGA: 

·  BP Siapkan Rp102,3 Triliun untuk Kilang Tanggung·  Investor Wait & See, S&P 500 Naik-Dow Jones Turun·  Harga  Minyak Turun Lagi ke US$91,66·  Spekulasi China Selamatkan Indeks 

READ MORE:

·  Jakarta Stocks Drop 44.94 Points In Morning Session

·  Suzuki Ertiga Orders Soars Over 12,000 Units

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top