Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DITJEN PAJAK: Piutang pajak BBM Bersubsidi dihapus?

JAKARTA: Peraturan baru mengenai penghapusan piutang pajak bisa dijadikan dasar penghapusan pajak tidak tertagih terkait penjualan BBM bersubsidi.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  16:50 WIB

JAKARTA: Peraturan baru mengenai penghapusan piutang pajak bisa dijadikan dasar penghapusan pajak tidak tertagih terkait penjualan BBM bersubsidi.

 

Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengatakan penerbitan Peraturan Menteri Keuangan no. 68/2012, di antaranya, terkait dengan piutang pajak BBM bersubsidi yang seharusnya dibayar menggunakan APBN. 

“Itu adalah piutang pajak yang seharusnya dibayar APBN terkait dengan BBM bersubsidi, tapi tidak jadi terbayar, karena itu perlu dicabut,” katanya dalam pesan singkat kepada bisnis, belum lama ini. 

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Dedi Rudaedi menjelaskan permasalahan tersebut terkait PPN penjualan BBM bersubsidi oleh PT Pertamina (Persero) yang ditanggung pemerintah. 

“Pertamina kan menjual BBM bersubsidi, pajak yang tanggung pemerintah, bukan Pertamina. Untuk lebih memudahkan Ditjen Pajak menagih pada pemerintah,” katanya kepada bisnis, hari ini. 

Namun, paparnya, anggaran untuk pembayaran pajak ditanggung pemerintah tidak tersedia dalam APBN beberapa tahun terakhir 

“Jadi tidak ada yang spesial. Tapi ada inkonsistensi, satu sisi tidak disediakan dana, tapi di sisi lain tercatat sebagai piutang di Ditjen Pajak,” kata Dedi. 

Kasus tersebut, lanjutnya, bisa menjadi contoh salah satu syarat penghapusan piutang pajak yang ada di pasal 1 ayat (2) e dan ayat (3) d dalam PMK no. 68/2012. 

Ayat tersebut menuliskan piutang pajak dapat dihapuskan karena hak negara untuk melakukan penagihan pajak tidak dapat dilaksakan karena kondisi tertentu sehubungan dengan adanya perubahan kebijakan dan/atau berdasarkan pertimbangan yang ditetapkan Menteri Keuangan.(msb)

 

ARTIKEL PILIHAN:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Demis Rizky Gosta

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top