Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMPOR HORTIKULTURA: Jelang pembatasan, impor malah naik

JAKARTA: Impor sayur dan buah pada Januari-Mei tahun ini mencapai 582.293,4 ton naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  16:19 WIB

JAKARTA: Impor sayur dan buah pada Januari-Mei tahun ini mencapai 582.293,4 ton naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 

Peningkatan volume impor hortikultura itu diperkirakan importir memanfaatkan peluang sebelum aturan pengetatan impor diberlakukan pada pertengahan bulan depan.

 

Impor hortikultura pada Januari-Mei 2012 sebanyak 582.293,4 ton itu terdiri dari buah-buahan 274.829,9 ton dan sayuran 307.463,5 ton.

 

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Arifin Tasrif mengatakan volume impor hortikultura saat ini cenderung mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

 

Hal itu, katanya, kemungkinan disebabkan oleh faktor bisnis, karena mulai 19 Juni mendatang pelabuhan pemasukan dibatasi hanya pada 5 pelabuhan.

 

Kelima pelabuhan itu yaitu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Soekarno Hatta Makasar, Pelabuhan Belawan Medan, Bandara Udara Soekarno Hatta, dan Kawasan Free Trade Zone (Batam, Bintan, dan Karimun).

 

"Cenderung naik [impor hortikultura] sekarang, Januari-Mei 2012 cenderung naik untuk buah dan sayur dibandingkan dengan hari-hari biasa, mungkin karena bisnis aatu apa ya, lalu mengimpor dulu dalam jumlah banyak, wait and see," ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

 

Namun, beberapa importir buah dan sayur menuturkan jika impor dalam jumlah besar, maka tidak akan bertahan lama, karena akan busuk dan rusak. Kemungkinan impor dalam jumlah besar itu dilakukan oleh perusahaan yang memiliki gudang pendingin (cold storage) dengan kapasitas besar.

 

Menurutnya, selama ini juga sudah banyak importir yang melakukan pemasukan buah dan sayur impor melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

 

Kebijakan pembatasan pintu masuk impor sayur dan buah itu hanya melalui lima pintu masuk akan tetap diberlakukan pada 19 Juni mendatang. "Tidak ada perubahan sampai saat ini."

 

Sementara itu, persiapan yang sudah dilakukan oleh pelaku usaha, katanya, sudah mempersiapkan fasilitas di Surabaya. Pemerintah, katanya, juga mengawal persiapan sarana dan prasarana di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (arh)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top