Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TKI INFORMALPemerintah targetkan pertumbuhan 0% pada 2017

 
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  17:56 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah optimistis mencapai target penghentian penempatan tenaga kerja Indonesia sektor rumah tangga/informal pada 2017 sampai titik nol.
 
Hal tersebut tertuang dalam Roadmap Domestic Worker 2017 yang merupakan bagian dari upaya perbaikan kualitas kompetensi kerja masyarakat Indonesia yang hendak bekerja di luar negeri.
 
Menurut Menakertrans Muhaimin Iskandar, penghentian penempatan TKI domestik pada 2017 akan dilakukan secara bertahap dengan persiapan matang dan komprehensif.
 
Saat ini, lanjutnya, untuk penempatan pekerja ke luar negeri, pemerintah semakin selektif dan lebih mengutamakan penempatan tenaga kerja sektor formal. 
 
"Penempatan sektor informal mulai diperketat guna meningkatkan perlindungan, karena permasalahan banyak terjadi pada penempatan sektor itu," ujarnya hari ini  Selasa 15 Mei 2012.
 
Dia menjelaskan dianggap perlu pemerintah mengambil kebijakan dengan melakukan pergeseran penempatan TKI domestik/informal menjadi TKI formal. 
 
Berdasarkan data Kemenakertrans 2011, jumlah TKI formal meningkat hingga 264.756 orang (45,56% dari total penempatan TKI), sedangkan jumlah TKI informal sebanyak 316.325 orang (54,44%).
 
Apabila dibandingkan dengan 2010, jumlah penempatan TKI formal hanya 259. 229 orang (30,14% dari total penempatan TKI), sedangkan jumlah penempatan informal 600.857 orang (69,86%). 
 
Sementara itu, upaya penciptaan lapangan pekerjaan dan penanggulangan pengangguran juga dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
 
Namun, ditemukan fakta 252 BLK Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang dikelola pemda provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, sebagian besar kondisi infrastruktur, dan fasilitasnya masih perlu perbaikan dan pembenahan.
 
Dari 252 BLK milik pemda itu, hanya 10% BLK yang kondisi infrastruktur dan fasilitasnya baik, selebihnya 49% dalam kondisi cukup memadai dan 41% dikategorikan perlu perbaikan dan pembenahan. (sut)
 
 
 

BACA JUGA:

>> MARKET CLOSING—IHSG Turun Tipis 7,42 Poin

>> Jakarta Stocks Declines 7.42 Points

>>REKAP MARKET: Inilah Risalah Berita Market

>> Duh! Konser Lady Gaga dilarang polisi

10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top