Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PIUTANG PAJAKPemerintah beri peluang penghapusan

JAKARTA: Pemerintah memberikan peluang penghapusan bagi piutang pajak yang dokumen dasar penagihannya tidak bisa ditemukan.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  22:31 WIB

JAKARTA: Pemerintah memberikan peluang penghapusan bagi piutang pajak yang dokumen dasar penagihannya tidak bisa ditemukan.

 
Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan no. 68/PMK.03/2012 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak dan Penetapan Besarnya Penghapusan.
 
Dalam ketentuan yang baru penghapusan bisa dilakukan bagi piutang pajak yang tidak dapat ditagih lagi karena dokumen dasar penagihan pajak tidak dapat ditemukan dan telah dilakukan penelusuran secara optimal sesuai perundangan.
 
Penghapusan piutang pajak juga bisa diimplementasikan jika hak negara untuk melakukan penagihan pajak tidak bisa dilaksanakan karena perubahan kebijakan dan/atau berdasarkan pertimbangan yang ditetapkan Menteri Keuangan.
 
Persyaratan lain yang bisa menjadi dasar penghapusan piutang pajak adalah wajib pajak meninggal dunia (perorangan); wajib pajak bubar, likuidasi atau pailit (badan); serta hak penagihan pajak yang daluwarsa.
 
PMK no. 68/2012 juga menetapkan kewenangan Itjen Kementerian Keuangan, atas penugasan Menteri Keuangan, untuk melakukan kaji ulang (review) atas usulan pengahapusan piutang pajak yang disampaikan Dirjen Pajak.
 
Aturan yang baru ini menggantikan tata cara penghapusan piutang pajak terdahulu yang diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 539/KMK.03/2002. (sut)
 
 
 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top