Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sistem PENGADILAN PAJAK tidak efisien

JAKARTA: Ketidakjelasan mengenai prinsip yurisprudensi menimbulkan biaya tinggi dalam penyelesaian sengketa pajak di tahap keberatan dan banding. Pengamat pajak dari Tax Centre UI Darussalam memaparkan ada dua kendala utama yang menyebabkan sistem
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 14 Mei 2012  |  17:05 WIB

JAKARTA: Ketidakjelasan mengenai prinsip yurisprudensi menimbulkan biaya tinggi dalam penyelesaian sengketa pajak di tahap keberatan dan banding. Pengamat pajak dari Tax Centre UI Darussalam memaparkan ada dua kendala utama yang menyebabkan sistem pengadilan pajak tidak efisien. Pertama, keputusan pengadilan pajak tidak dapat dipergunakan sebagai yurisprudensi sebagai dasar keputusan kasus yang serupa di masa depan. "Hasilnya wajib pajak sering mengajukan sengketa yang serupa, bahkan sama ke pengadilan. Ini menguras waktu wajib pajak, otoritas pajak dan pengadilan pajak," katanya, Senin 14 Mei 2012.

 

 Dia menjelaskan pengulangan pengajuan kasus yang serupa ke pengadilan pajak menimbulkan compliance cost yang tinggi bagi wajib pajak dan biaya administrasi yang tinggi bagi Ditjen Pajak. Darussalam menyarankan pemerintah Indonesia mengadaptasi sistem peradilan pajak di negara lain yang menggunakan putusan pengadilan pajak sebagai dasar untuk menyusun peraturan baru agar sengketa serupa tidak terulang di masa depan. "Semua pihak harus duduk bersama dan membuat peraturan agar keputusannya tidak berbeda-beda dan kasus yang sama tidak harus lewat pengadlan pajak lagi," katanya.Kendala kedua, lanjutnya, adalah pengajuan sengketa perbedaan hitungan antara wajib pajak dan otoritas pajak ke pengadilan. Darussalam mengatakan sengketa mengenai perbedaan penghitungan seharusnya bisa diselesaikan melalui keberatan di Ditjen Pajak tanpa harus diajukan ke pengadilan. (ra)

 

 

BACA JUGA:

>> Top 5 Editors Choice Bisnis Indonesia

>>> Steve Wozniak Kepincut Saham Facebook

>>> Menhub Minta Asuransi Korban Sukhoi Rp1,25 Miliar per Orang

>>> City juara Liga Inggris

>>> 5 Rubrik TERPOPULER

>>> 10 ARTIKEL Paling Banyak DIBACA

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top