Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WEST MADURA OFFSHOREProduksi capai 30.000 bph akhir 2012

 
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Mei 2012  |  22:02 WIB

 

JAKARTA : PT Pertamina (Persero) optimistis produksi Blok West Madura Offshore (WMO) pada akhir tahun ini bisa mencapai 30.000 barel per hari (bph) dan 170 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
 
Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husen mengatakan hingga Mei 2012 ini produksi WMO memang masih belum bisa mencapai 15.500 bph. 
 
“Namun dengan suntikan anggaran hampir empat kali lipat dibandingkan tahun lalu, kami yakin produksi WMO bisa mencapai target,” ujarnya seperti dikutip dalam website resmi BP Migas  hari ini.
 
Anggaran untuk WMO itu terdiri dari Anggaran Belanja Investasi (ABI) sekitar US$540 juta dan Anggaran Belanja Operasi (ABO) sekitar US$135 juta.
 
PHE WMO berencana mengebor 9 sumur eksplorasi, 12 sumur pengembangan (development), dan 15 sumur kerja ulang (work over) pada tahun ini. Per hari ini, sebanyak 6 sumur pengembangan dan satu sumur eksplorasi sudah selesai dibor.  
 
Seperti diketahui, Blok WMO kini sangat berat untuk melawan penurunan produksi alamiah (natural decline) akibat sudah lama tidak ada investasi baru. Sebelum dikelola PHE WMO, blok tersebut dikelola oleh Kodeco Energy selama 30 tahun. 
 
Baru pada 7 Mei 2011, pemerintah menyerahkan pengelolaan blok tersebut kepada PHE WMO, yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero). Saat diserahkan ke Pertamina, produksi blok tersebut sekitar 13.000 bph, terus menurun dari sebelumnya yang sempat menyentuh level 26.000 bph. 
 
Selain karena natural decline, PHE WMO juga menghadapi masalah lainnya yakni kurangnya sumber daya manusia untuk bisa mencapai target produksi. Pada 2016, blok tersebut ditargetkan berproduksi hingga 40.000 bph dan 210 MMSCFD atau setara 75.000 barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD). 
 
Sementara itu di sisi lain, Pertamina baru saja mendapatkan pendanaan segar dari global bond sebesar US$2,5 miliar, yang sebagian besar akan digunakan untuk mengembangkan sektor hulu termasuk merger dan akuisisi lapangan migas. Selain itu, Husen mengatakan dana tersebut juga akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek besar Pertamina, termasuk pengembangan Blok WMO ini. 
 
“Dana global bond juga untuk membiayai Blok Cepu, hingga Donggi Senoro. Belum lagi untuk proyek-proyek yang kecil, seperti ONWJ, Simenggaris, banyak,” ujar Husen.  (sut)
 
 
 
 

 

BACA JUGA:

>>Jakarta Stocks Decline 1.48% In Today's Closing Session

>> MARKET CLOSING—IHSG Anjlok 61,07 Poin

>> TRAGEDI SUKHOI: Penyebar  Foto Palsu Terancam  Denda Rp12 Miliar!

>> Sinyal negatif di bursa Asia menguat 

>> BBJ Targetkan Kontrak Kakao Tembus 300.000 Ton

>> 5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 

 
 
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top