Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SUKHOI JATUH: ELT Sukhoi diduga tak bekerja

JAKARTA: Emergency Location Transmitter (ELT), satu instrumen yang  bertanggung jawab pada transmisi lokasi akurat pesawat terbang yang mengalami kecelakaan, pada kasus Sukhoi Superjet 100 di Cirurug, Jabar, diperkirakan tidak bekerja."Mestinya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Mei 2012  |  08:29 WIB

JAKARTA: Emergency Location Transmitter (ELT), satu instrumen yang  bertanggung jawab pada transmisi lokasi akurat pesawat terbang yang mengalami kecelakaan, pada kasus Sukhoi Superjet 100 di Cirurug, Jabar, diperkirakan tidak bekerja."Mestinya pancaran sinyalnya bisa dibaca dan diterima di Jakarta atau Singapura atau Australia. Atau malah oleh ketiga negara ini. Pada kasus ini tidak bisa demikian," kata Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Daryatmo, di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis, 10 Mei 2012.Kemarin siang, Sukhoi Superjet 100 yang  didatangkan ke Indonesia untuk dipasarkan, mengalami keadaan distressed setelah kehilangan komunikasi dengan menara kendali penerbangan Cengkareng dan Halim Perdanakusuma.Tim SAR gabungan dari unsur Badan SAR Nasional, TNI, Polri, dan masyarakat penggiat kegiatan pecinta alam serta masyarakat sekitar tengah bekerja di lokasi yang  diperkirakan menjadi lokasi terkini pesawat terbang itu. 50 Orang turut dalam penerbangan promosi itu.Terkait dengan cara kerja ELT yang dipasang di dalam struktur pesawat terbang, dipatuhi secara internasional bagi negara anggota International Civil Aviation Organization, adalah pancaran sinyalnya bisa ditangkap penerima di negara di mana pesawat terbang itu sedang menjelajah udara.Aturan ICAO menyatakan negara-negara terdekat juga wajib dan dapat menangkap pancaran sinyal ELT yang bekerja pada frekuensi 406 MegaHertz dan 121 MegaHertz itu. Pada kasus Sukhoi Superjet 100 kali ini adalah Singapura dan Australia."Singapura dan Australia tidak menerima pancaran sinyal itu," kata Daryatmo.Salah satu faktor kritikal dan krusial dalam operasi SAR adalah kecepatan pertolongan berdasarkan identifikasi lokasi terakhir secara eksak dari ELT. Inilah yang tidak terjadi pada kasus Sukhoi Superjet 100 ini sehingga kecepatan gerak operasi SAR cukup terpengaruh. (Antara/tw)

 

+ JANGAN LEWATKAN:

> 10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

> 5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top