Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MERPATI NUSANTARA datangkan simulator baru

JAKARTA: Maskapai Merpati Nusantara mendatangkan satu unit simulator baru untuk pesawat MA-60 senilai US$13,2 juta dan menargetkan akan mampu menjadi pusat pelatihan jenis ini untuk kawasan Asia Pasifik.“Simulator yang kami pesan sesuai kontrak
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 09 Mei 2012  |  19:51 WIB

JAKARTA: Maskapai Merpati Nusantara mendatangkan satu unit simulator baru untuk pesawat MA-60 senilai US$13,2 juta dan menargetkan akan mampu menjadi pusat pelatihan jenis ini untuk kawasan Asia Pasifik.“Simulator yang kami pesan sesuai kontrak sudah datang sejak April 2012. Berdasarkan kontrak, begitu pesawat datang, 1 tahun kemudian simulator menyusul,” kata Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhony kepada Bisnis, Rabu, 9 Mei 2012.Dia menambahkan simulator ini masih proses penginstalan, sehingga Agustus 2012 diperkirakan sudah dapat beroperasi.

 

Simulator pesawat MA-60 ini ditempatkan di Merpati Training Center (MTC) Surabaya dan ditargetkan mampu menjadi pusat training pesawat buatan pabrikan Xian Aircraft China.Meski pesawat MA-60 buatan China, lanjut Jhony, simulatornya buatan Amerika Serikat dengan komponen dari Rock Well Collins.“Jadi jangan dipersoalkan lagi soal buatan dari mana, namun pesawat MA-60 itu handal, tidak bisa disamakan dengan motor asal China. Kualitas pesawat sesuai standar internasional yakni Civil Aviation Organization (ICAO), kalau mocin itu biasanya buatan rumahan di China” tuturnya.Pihaknya menargetkan dengan adanya simulator MA-60 ini, bisa meningkatkan training pilot Merpati, juga mampu menjadi pusat training di Asia Pasifik.Selain menjadi pusat training karena memiliki simulator MA-60, Jhony menargetkan, Merpati Maintenance Facility (MMF) di Surabaya juga akan menjadi pusat perawatan pesawat di kawasan Asia Pasifik.“Untuk mencapai target itu, kami sudah mengantongi sertifikat dari EASA, sehingga pesawat-pesawat buatan Eropa dapat dirawat disini. Sekarang kami sudah tangani perawatan dari maskapai asal Filipina,” tuturnya. (ra)

 

 

BACA JUGA

>>IHSG Turun 52,01 Poin

>>Buyback Antam longsor Rp11.000/gram

>>Bakrie Upsize Ownership In Bumi Resources

>>12  SUKHOI Superjet-100 Ordered By Sky Aviation

10 Artikel Pilihan Bisnis.com

5 Kanal terpopuler Bisnis.com

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top