Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI TEKNOLOGI: Agilent sasar industri makanan

 
Erly Rusiawati
Erly Rusiawati - Bisnis.com 09 Mei 2012  |  21:01 WIB

 

 

JAKARTA: Agilent Technologies Inc, perusahaan pengukuran dan teknologi, menyasar industri makanan, pertambangan, dan lingkungan dalam memasarkan alat uji yang dapat dibawa ke mana pun.

 

Alat uji tersebut dapat memperpendek keterlambatan pengujian sampel dari daerah terpencil. Dua versi alat uji dipasarkan ke Indonesia. Pertama, Agilent 5975T low thermal mass (LTM) GC/MSD, alat uji yang dapat menganalisa sampel dalam bentuk gas. Kedua, Agilent 4100 ExoScan fourier transform infrared (FTIR), perangkat genggam yang mampu menganalisa komposit serat karbon.

 

"Dengan dua alat uji yang dapat dibawa-bawa ini, pengguna tidak perlu membawa sampel ke laboratorium uji. Perangkat ini mengubah cara pandang selama ini," tutur Ruby Ong, Marketing Programs Manager South East Pacific & Korea Chemical Analysis Group Agilent Technologies, hari ini, Rabu, 9 Maret 2012.

 

Agilent 5975T mampu menganalisa senjata kimia, mengetes urin, dan mengecek obat-obatan. Dia juga mampu mendiagnosa makanan, misal mengecek kandungan pestisida di buah dan sayur, serta dapatt melihat kualitas air minum. Perangkat ini diletakkan di dalam van sehingga bisa berputar ke banyak lokasi, terpencil sekalipun. Di Indonesia, perangkat ini didistribusikan oleh PT Berca Niaga Medika.

 

"Prinsip kerja alat ini yakni memisahkan senyawa kimia. Performanya sama dengan laboratorium. Keuntungannya, menghemat waktu kepergian sampel ke laboratorium," kata Product Sales Manager PT Berca Niaga Medika Ferdi Ferdian Kusnadhi.

 

Targetnya, Agilent 5975T dapat menyasar perusahaan bidang keamanan makanan, pengawasan lingkungan, farmasi, dan forensik. Harga jualnya mulai Rp1 miliar, selebihnya tergantung konfigurasi perangkat.

 

Adapun, Agilent 4100 ExoScan FTIR berguna menganalisa serat karbon. Misal, menguji apakah sarang burung walet mengandung glukosa atau tidak. Atau mendeteksi cat lukisan.

 

Walau sudah masuk ke Indonesia sejak awal tahun ini, sampai sekarang belum ada yang membeli."Saat ini ada beberapa perusahaan farmasi yang sedang menjajaki produk ini. Target kami tahun ini 5 produk terjual," kata Agus Haryono, Product Manager PT Unitama Analitika Perkasa, distributor Agilent. 

 

Produk yang menyasar industri farmasi dan kimia ini dijual seharga Rp500 juta per unit.(msb)

 

BACA JUGA

>>IHSG Turun 52,01 Poin

>>Buyback Antam longsor Rp11.000/gram

>>Bakrie Upsize Ownership In Bumi Resources

>>12  SUKHOI Superjet-100 Ordered By Sky Aviation

10 Artikel Pilihan Bisnis.com

5 Kanal terpopuler Bisnis.com


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia Dolorosa

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top