Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GINANDJAR: Pembatasan BBM rawan bocor

JAKARTA: Pembatasan konsumsi premium dg berbagai cara yang sedang dirancang pemerintah sulit berjalan efektif dam rawan kebocoran.Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ginandjar Kartasasmita, di negara manapun akan sulit melakukan pembatasan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 Mei 2012  |  16:47 WIB

JAKARTA: Pembatasan konsumsi premium dg berbagai cara yang sedang dirancang pemerintah sulit berjalan efektif dam rawan kebocoran.Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ginandjar Kartasasmita, di negara manapun akan sulit melakukan pembatasan Konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi tanpa terjadi kebocoran."Di mana ada disparitas harga, repot sekali. Potensi bocornya besar sekali," kata Ginandjar.Mantan Menteri Pertambangan dan Energi itu melukiskan berbagai contoh, di mana ada pembatasan, di situ akan menjadi sumber korupsi."Jujur saja saya tak tahu bagaimana mencari cara supaya tidak bocor?" tuturnya dalam Diskusi 'Pesan Terakhir' Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo di gedung Sekretariat Negara, Rabu, 9 Mei 2012.Pada 19 April 2012, dua hari sebelum meninggal, Prof Widjajono, menyampaikan kepada Sekretaris Kabinet Dipo Alam, untuk memaparkan opsi-opsi solusi mengenai BBM bersubsidi agar dapat dimanfaatkan secara tepat dan adil bagi yang berhak.Namun ide Widjajono belum terlaksana untuk dipaparkan dalam Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden, karena guru besar ITB bidang energi itu meninggal saat mendaki gunung Tambora pada 21 April lalu.Ginandjar mengatakan, persoalan BBM sebagai bagian dari kebutuhan pokok sebenarnya bermuara pada pengaturan subsidinya, apakah tepat sasaran atau tidak.Karenanya, bagi yang mampu mestinya membayar harga BBM sendiri, sedangkan yang tidak mampu dibantu negara, ujarnya.Namun, kata Ginandjar, "Kuncinya adalah bagaimana supaya subsidi itu sampai ke yang dimaksud." (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Arief Budisusilo

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top