Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANGGITO ABIMANYU usulkan pemerintah segera naikkan cadangan beras

JAKARTA: Penelitian Pelatihan Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai pemerintah perlu meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk menstabilkan harga beras dan menahan laju inflasi.Direktur P2BE UGM Anggito Abimanyu mengatakan
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  17:34 WIB

JAKARTA: Penelitian Pelatihan Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai pemerintah perlu meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk menstabilkan harga beras dan menahan laju inflasi.Direktur P2BE UGM Anggito Abimanyu mengatakan Bulog harus membuat model sederhana agar Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan memahami manfaat dari cadangan beras pemerintah untuk menjaga inflasi. Anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk cadangan beras itu, katanya, akan berguna bagi Bulog dalam menjalankan fungsi sebagai stabilisator harga."Lalu model ini dibuat dengan jangkarnya inflasi. Inflasi punya dampak bagi anggaran negara. Pilihanya menambah CBP dengan menambah anggaran, berapa kebutuhan anggaran utk CBP, sehingga akhirnya menurunkan inflasi," ujarnya saat acara Diskusi Pengaruh Public Service Obligation Bulog Terhadap Risiko Inflasi dan Anggaran, hari ini.Cadangan beras pemerintah (CBP) merupakan beras cadangan milik pemerintah yang digunakan untuk operasi pasar pada saat harga di pasar melonjak dan digunukana untuk mengantisipasi bencana alam.Dia menyarankan Bulog membuat model tersebut yang dapat dipahami oleh Kementerian Keuangan yaitu manfaat dari CBP dalam menekan laju inflasi."Brapa pengorbanan fiskal untuk memperoleh benefit dari inflasi. Inflasi memberi dampak pada size anggaran negara."Menurutnya, selama ini anggaran Bulog tidak menggunakan dasar yang kuat, sehingga seringkali tidak disetujui oleh Kemenkeu terutama untuk usulan penambahan CBP, sehingga Kemenkeu tidak memiliki basis data untuk menambah anggaran tersebut. "Coba, supaya Bulog sebagai otoritas stabilitas harga bisa menjalankan fungsi dengan baik. Inflasi akan rendah, sehingga akan ada stabilisasi harga dan penghematan anggaran."Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan Komisi IV DPR sudah menyepakati kenaikan CBP menjadi 1 juta ton. Cadangan Beras Pemerintah pada awal tahun ini sekitar 420.000 ton dan sudah digunakan untuk operasi pasar pada Januari-Februari 2012 sebanyak 220.000 ton, sehingga hanya tersisa 200.000 ton.Menurutnya, pemerintah akan menambah CBP sebanyak 260.000 ton atau sekitar Rp2 triliun, sehingga cadangan beras milik pemerintah pada akhir "Yang jelas orang yang dipertanyakan stok Bulog, semua kalau menjadi stok Bulog, maka akan menjadi cost of money.Dia menjelaskan jika stok akhir Bulog pada akhir tahun ini sebanyak 2 juta ton dan di dalamnya terdapat CBP sebanyak 1 juta ton, maka biaya yang dikeluarkan oleh Bulog hanya untuk beras sebanyak 1 juta ton. Berbeda jika stok CBP hanya 460.000 ton, maka stok akhir beras di gudang Bulog yang harus dikelola oleh perum itu sebanyak 1,54 juta ton. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top