Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI KERAMIK tuntuk pemerintah perhatian pasokan gas domestik

JAKARTA: Pelaku industri minta pemerintah tidak hanya pandai menaikan harga jual gas, tetapi juga wajib memerhatikan kecukupan pasokan di dalam negeri.Ahmad Wijaya, Ketua Asosiasi Aneka Keramik Indonesia, mengatakan tidak masalah harga gas naik berapapun
- Bisnis.com 08 Mei 2012  |  17:31 WIB

JAKARTA: Pelaku industri minta pemerintah tidak hanya pandai menaikan harga jual gas, tetapi juga wajib memerhatikan kecukupan pasokan di dalam negeri.Ahmad Wijaya, Ketua Asosiasi Aneka Keramik Indonesia, mengatakan tidak masalah harga gas naik berapapun mengikuti pasar selama kuota gas yang dibutuhkan industri terjamin."Ada barang, ada harga. Jadi silahkan naikan harga asal kuotanya dipenuhi. Tapi kalau tidak ada barang bagaiman," ujarnya kepada Bisnis, Selasa 8 Mei 2012.Menurutnya, selama ini pasokan gas ke industri nasional hanya separuh dari total kebutuhan produksi.Dari sisi produksi tidak ada masalah, kata Ahmad, tetapi industri menjadi tidak bisa ekspansi karena menjadi kurang efisien."Selama ini kami bayar US$6,8 per MMBTU, sekarang mau jadi berapa?"Hari ini, sebanyak sembilan kontrak gas berhasil ditingkatkan harganya, dari di bawah US$2 per juta British thermal unit (MMBTU) hingga menjadi harga keekonomian, yakni rata-rata US$5-US$6,5 per MMBTU.Ke-9 kontrak gas itu terdiri dari dua kontrak perjanjian jual beli gas bumi (PJBG) dan tujuh amandemen kontrak gas.Penandatangan seluruh kontrak dilakukan hari ini di kantor BP Migas dan disaksikan langsung oleh Menteri ESDM Jero Wacik. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top