HANOCHEM mulai kapalkan LNG ke FSRU Teluk Jakarta

 
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 29 April 2012  |  18:04 WIB

 

JAKARTA: PT Hanochem Shipping—anak perusahaan PT Trada Maritime Tbk—mulai memasok gas alam cair produksi Kilang Bontang ke terminal terapung penerima dan regasifikasi atau FSRU. 
 
Presiden Direktur PT Hanochem Shipping Teguh Arya Putra mengatakan perseroannya menggunakan kapal tanker LNG Aquarius untuk mengangkut gas alam cair dari Kilang Bontang tersebut. 
 
Pengiriman liquefied natural gas  itu diperkirakan tiba di lokasi FSRU Teluk Jakarta di Muara Karang pada 30 April 2012. FSRU  itu sendiri berkapasitas 140 juta standard kaki kubik(MMcf/d).
 
Gas itu, katanya, akan digunakan untuk memasok pembangkit listrik di Muara Karang dan Tanjung Priok sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM). "Kami sudah melakukan pengapalan perdana," katanya.
 
Dia mengungkapkan turut sertanya kapal LNG Aquarius menjadi bukti nyata besarnya peranan swasta dalam kegiatan pengangkutan laut untuk mendukung program pemerintah melaksanakan program hemat BBM.
 
LNG Aquarius berkapasitas 126.350 cubic meter (cbm) digunakan untuk memenuhi kontrak pengangkutan dengan PT Nusantara Regas yang merupakan long term time charter contract. 
 
Teguh menyatakan, PT Hanochem Shipping akan serius menggarap bisnis gas dan siap menjadi operator pemanfaatan LNG nasional. "Kapal ini akan memasok LNG sejumlah 11.75 juta ton ke FSRU Teluk Jakarta selama 11 tahun."
 
Seperti diketahui, PT Trada Maritime Tbk memenangkan tender sebagai pengangkut gas alam cair (LNG) di Indonesia untuk jangka waktu 11 tahun setelah diterapkannya asas cabotage.
 
Kontrak tersebut merupakan kontrak jangka panjang yang mengharuskan Kapal LNG Aquarius mengangkut kargo dari terminal LNG Bontang menuju terminal terapung yang mampu menghasilkan sampai dengan 500 MMSCFD gas.
 
Trada Maritime bermitra dengan Mitsui OSK Lines dalam pengangkutan LNG tersebut. Mitsui OSK Lines merupakan perusahaan perkapalan asal Jepang.
 
Kemitraan itu direalisasikan melalui pendirian  joint venture  antara kedua perusahaan itu. Kerja sama itu untuk memenuhi kebutuhan domestik akan gas alam yang terus meningkat.
 
Proyek tersebut merupakan bisnis angkutan lepas pantai pertama bagi Mitsui OSK Lines di Indonesia setelah diimpelmentasikan kebijakan nasional asas cabotage.
 
Asas cabotage kebijakan yang mengharuskan kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan perusahaan angkutan nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.
 
PT Trada Maritime berdiri sejak tahun 1988. Pada tahyn 2008 perseroan melakukan penawaran saham perdana dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan TRAM. 
 
Perusahaan itu merupakan perusahaan bidang transportasi laut dengan fokus sektor energi. Perusahaan itu akan terus menambah armada yang saat ini berjumlah 38 kapal dan mengoperasikan 44 kapal. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top